Beranda Daerah Wonogiri Beli Pertalite Lewat MyPertamina Pria Wonogiri Ditangkap Polisi

Beli Pertalite Lewat MyPertamina Pria Wonogiri Ditangkap Polisi

Pertalite
BBM pertalite yang diamankan polisi. Joglosemarnews.com/Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sebanyak 2.625 liter Pertalite bersubsidi diamankan Satreskrim Polres Wonogiri dari seorang pria yang diduga membeli BBM berulang kali menggunakan lima pelat nomor kendaraan dan lima barcode MyPertamina berbeda. Pengungkapan kasus ini ikut memunculkan pertanyaan soal pasokan Pertalite di tengah keluhan warga yang harus mengantre panjang di SPBU.

Kasus tersebut juga berpotensi membuat pedagang bensin eceran ketar-ketir. Pasalnya, praktik pembelian BBM bersubsidi dalam jumlah besar untuk dijual kembali dapat memengaruhi jalur pasokan dan harga di tingkat pengecer. Namun, belum ada keterangan bahwa pedagang eceran lain terlibat dalam kasus yang diungkap polisi ini.

Kapolres Wonogiri AKBP Haris Munandar Hasyim menjelaskan, polisi mengamankan BBM sebanyak 2.625 liter yang disimpan dalam 70 galon berkapasitas 15 liter dan 45 jeriken berisi masing-masing 35 liter.

Petugas juga menyita satu mobil pikap Mitsubishi, lima pelat nomor kendaraan, lima barcode MyPertamina, satu ponsel berwarna merah muda, serta sebuah drum yang dilengkapi selang pompa.

“Lima pelat nomor yang diamankan terdiri atas AE 8925 G, AD 9209 DG, AE 9307 SE, AD 8663 FG, dan AE 8170 YF. Masing-masing disebut digunakan bersama barcode berbeda untuk melakukan pembelian Pertalite bersubsidi di SPBU,” jelas Kapolres, Rabu (7/10/2026).

Baca Juga :  800 Jamaah Padati Pengkol, Pesan Kyai Hartono Soal Gadget dan Judi Online: Masa Depan Anak Bisa Berubah di Tangan Orang Tua

Tersangka berinisial S (44), warga Kecamatan Bulukerto, Wonogiri, bekerja sebagai wiraswasta. Menurut polisi, ia berulang kali membeli Pertalite menggunakan mobil pikap dengan pelat nomor dan barcode yang berbeda.

BBM dari tangki kendaraan kemudian disedot menggunakan peralatan pompa dan dipindahkan ke galon serta jeriken di rumahnya. Setelah terkumpul, Pertalite itu dijual kepada warga yang memesan.

Dijual Rp12.000 per liter, untung Rp2.000

Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku menjual Pertalite tersebut dengan harga Rp12.000 per liter dan memperoleh keuntungan Rp2.000 per liter.

Polisi menyebut praktik itu telah berlangsung sekitar empat tahun. Awalnya dilakukan dalam jumlah kecil, kemudian terus berulang hingga total BBM yang diamankan mencapai 2.625 liter atau sekitar 2,6 ton.

Aktivitas tersebut disebut berlangsung hingga Sabtu sore, 3 Oktober 2026, sebelum akhirnya terungkap oleh petugas.

Bagi pedagang bensin eceran, kasus ini menjadi perhatian karena pasokan BBM yang mereka jual bergantung pada ketersediaan dan harga pembelian.

Meski demikian, penyitaan tersebut tidak otomatis berarti seluruh pedagang bensin eceran melakukan pelanggaran. Penindakan polisi dalam kasus ini ditujukan kepada tersangka yang diduga menyalahgunakan pembelian dan niaga BBM bersubsidi.

Kapolres Wonogiri membenarkan pengungkapan kasus tersebut berkaitan dengan keresahan masyarakat mengenai sinyalemen kelangkaan BBM bersubsidi. Warga mengeluhkan antrean panjang ketika hendak membeli Pertalite di SPBU.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Senam! Aksi Regu Harimau SMPN 2 Wonogiri Bawakan Lagu Judi Rhoma Irama, Pesannya Ngeri-Ngeri Sedap

”Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi suatu tindak pidana, tapi juga hadir mendengarkan keluhan, menerima informasi dan merespons keresahan yang disampaikan masyarakat,” tandas Kapolres AKBP Haris Munandar Hasyim.

Tersangka disangkakan melanggar Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023. Pasal tersebut mengatur penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM bersubsidi serta bahan bakar lain yang mendapat penugasan pemerintah.

Kasus ini menempatkan persoalan distribusi BBM bersubsidi kembali menjadi perhatian: ketika warga mengantre di SPBU, polisi justru menemukan ribuan liter Pertalite yang diduga dikumpulkan untuk dijual kembali. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.