WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Wonogiri akhirnya berhasil memperbaiki posisi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah. Membawa pulang total 26 medali dari Porprov XVII/2026 di Semarang Raya, kontingen Kota Mete naik satu tingkat ke peringkat 33.
Namun, ada satu capaian yang terasa lebih istimewa: medali emas bulutangkis yang kembali diraih setelah hampir 20 tahun penantian.
Kontingen Wonogiri mengoleksi tiga medali emas, delapan perak, dan 15 perunggu. Hasil tersebut memenuhi target Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Wonogiri untuk memperbaiki peringkat dibandingkan Porprov XVI empat tahun sebelumnya.
Ketua KONI Wonogiri Sungkono mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil perjuangan para atlet yang telah tampil maksimal di tengah persaingan ketat dengan kabupaten/kota lain.
“Perolehan medali menempatkan kita (Wonogiri) di urutan 33, artinya, target untuk memperbaiki ranking Porprov Jateng sudah tercapai, meski hanya tipis,” kata Sungkono di sela rapat evaluasi anggota Tim Monev Porprov XVII di kantor KONI Wonogiri, Rabu (4/11/2026).
Pada Porprov XVI, Wonogiri berada di peringkat 34. Artinya, hasil tahun ini membawa kontingen Wonogiri naik satu tingkat.
Tiga medali emas Wonogiri diraih dari cabang olahraga (cabor) judo, bulutangkis, dan voli pasir. Khusus bulutangkis, keberhasilan pasangan ganda putra meraih emas menjadi catatan tersendiri karena Wonogiri telah menunggu hampir dua dekade untuk kembali mendapatkan prestasi tersebut.
Sekretaris KONI Wonogiri Joko Santoso menjelaskan, kontingen Wonogiri berjumlah 200 orang. Sebanyak 84 di antaranya merupakan atlet yang bertanding pada 19 cabor dari total 58 cabor yang diperlombakan dalam Porprov XVII.
Usai perhelatan olahraga tingkat provinsi tersebut, hasil perjuangan atlet Wonogiri telah dilaporkan kepada Bupati Wonogiri Setyo Sukarno di ruang kerjanya, Selasa (3/11/2026) siang.
Bupati Setyo Sukarno memberikan apresiasi kepada para atlet, pengurus cabor, serta jajaran KONI Wonogiri atas dedikasi mereka selama mengikuti Porprov.
Bupati juga menilai keberhasilan tidak semata-mata diukur dari jumlah medali. Keselamatan atlet dan keberhasilan penyelenggaraan kompetisi menjadi hal penting yang patut diperhatikan.
“Menang atau kalah dalam satu kompetisi itu wajar, yang terpenting pelaksaannya (Porprov) sudah berjalan sukses, Anak-anak pulang dengan selamat dan target menaikkan peringkat juga sudah tercapai,” kata Bupati Setyo Sukarno.
Di sisi lain, Setyo mengakui dukungan anggaran olahraga dari APBD Wonogiri masih relatif kecil jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain. Meski demikian, Pemkab Wonogiri tetap berkomitmen memberikan bonus atau tali asih kepada atlet berprestasi.
Pemberian bonus tidak hanya ditujukan kepada atlet KONI yang meraih medali di Porprov. Atlet yang menyumbangkan prestasi dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) maupun atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Wonogiri juga akan mendapatkan perhatian.
“Besarannya sudah kita rumuskan dengan kalangan DPRD Wonogiri,” tutur Setyo. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














