
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta, Jihan Saila Khasina, memperoleh pengalaman langsung mendokumentasikan perayaan budaya Peh Cun di Kota Pekalongan selama mengikuti Program Mahasiswa Berdampak 2026.
Dalam program magang yang berlangsung di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pekalongan tersebut, Jihan bertugas sebagai videografer yang mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan Perayaan Peh Cun. Kegiatan itu dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan, Handriyotopo.
Penugasan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam produksi konten audiovisual, khususnya untuk kebutuhan publikasi instansi pemerintah.
Perayaan Peh Cun tahun 2026 digelar pada 19 Juni dan diawali di Litang Makin Pekalongan sebelum berpuncak di kawasan Taman Wisata Laut (TWL) Pasir Kencana Pekalongan. Berbagai agenda budaya mewarnai perayaan tersebut, mulai dari doa bersama, pertunjukan kesenian, lomba mendirikan telur, prosesi penyempurnaan perahu naga hingga sedekah laut.
Selama kegiatan berlangsung, Jihan tidak hanya bertugas merekam jalannya acara, tetapi juga menentukan sudut pengambilan gambar di sejumlah titik strategis. Dokumentasi dilakukan di area ritual maupun lokasi prosesi pembakaran perahu naga agar setiap momen penting dapat terekam secara optimal.
Mentor magang, Dimas Arga Yudha, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan dokumentasi lapangan memberikan manfaat besar bagi pengembangan kompetensi sekaligus jejaring profesional.
“Melalui kegiatan dokumentasi yang terjun langsung ke lapangan, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan untuk menerapkan materi yang telah dipelajari di kampus ke dunia kerja, tetapi juga memperluas jaringan sosial yang akan bermanfaat setelah menyelesaikan program magang,” ujarnya, seperti dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa juga berkolaborasi dengan tim Diskominfo Kota Pekalongan untuk memastikan hasil dokumentasi sesuai kebutuhan publikasi pada media sosial dan situs resmi Pemerintah Kota Pekalongan. Selain itu, rekaman yang dihasilkan juga menjadi bagian dari arsip audiovisual kegiatan budaya daerah.
Jihan mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti program magang tersebut. Selain mendapatkan relasi baru, ia juga merasakan langsung dinamika pekerjaan dokumentasi di lapangan.
“Saya mendapatkan banyak pengalaman baru, mulai dari bertemu banyak orang yang menjadi koneksi baru hingga merasakan langsung serunya bekerja di lapangan saat berbagai acara penting berlangsung. Saya juga bisa mencoba berbagai peralatan produksi foto dan video serta belajar teknik dokumentasi yang tepat agar suasana acara dapat tersampaikan melalui hasil foto dan video,” ungkapnya.
Sementara itu, Handriyotopo menilai keterlibatan mahasiswa dalam dokumentasi kegiatan budaya menunjukkan bahwa kompetensi mahasiswa DKV tidak hanya terbatas pada kemampuan desain, tetapi juga mencakup strategi dokumentasi visual dan videografi secara menyeluruh.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja sekaligus berkontribusi dalam publikasi dan pelestarian kekayaan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Melalui Program Mahasiswa Berdampak 2026, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan profesional sekaligus memberikan kontribusi nyata melalui dokumentasi dan publikasi berbagai kegiatan budaya di daerah. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














