Beranda Daerah Solo Film Baby Udon Angkat Kisah Haru Lintas Negara Fanny Kondoh & Papa...

Film Baby Udon Angkat Kisah Haru Lintas Negara Fanny Kondoh & Papa Udon

ktor sekaligus kreator konten Denny Sumargo memulai babak baru dalam kariernya dengan debut sebagai produser. Lewat rumah produksi yang ia dirikan, Sumargo Films, Denny menggarap film drama romantis Baby Udon. Film yang diangkat dari kisah nyata viral ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September 2026. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Aktor sekaligus kreator konten Denny Sumargo memulai babak baru dalam kariernya dengan debut sebagai produser. Lewat rumah produksi yang ia dirikan, Sumargo Films, Denny menggarap film drama romantis Baby Udon. Film yang diangkat dari kisah nyata viral ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.

Baby Udon bukan sekadar film cinta biasa. Film ini merangkum perjalanan hidup selebgram dan kreator konten Fanny Kondoh bersama almarhum suaminya asal Jepang, Hajime Kondoh, yang akrab disapa warganet sebagai Papa Udon. Kisah mereka sempat viral di media sosial karena menyentuh banyak hati.

Film ini akan membawa penonton menyelami dinamika hubungan lintas negara Indonesia-Jepang yang dijalani Fanny dan Papa Udon. Ceritanya nggak cuma soal romantis, tapi juga getirnya jadi pejuang garis dua. Penantian panjang untuk mendapatkan momongan, ujian berat saat harus mengalami keguguran, sampai titik paling rendah ketika Papa Udon didiagnosis kanker ganas. Di tengah badai ujian itu, mukjizat datang, mereka akhirnya dikaruniai seorang anak.

Baca Juga :  Bentangkan Bendera Raksasa, Purna Abdi Praja Surakarta Kobarkan Semangat “Melawan Lupa”

“Ini adalah satu cerita yang kalau tidak difilmkan, kita semua akan menyesali bahwa tidak ada dokumentasinya. Ada tumpukan emosi, air mata, dan harapan di sini. Kami ingin mengemas cerita nyata ini agar punya jiwa dan nyawa yang sampai ke hati penonton,” ungkap Denny Sumargo saat roadshow, di Solo, Senin (17/8/2026).

Demi menghadirkan emosi yang jujur, Sumargo Films mengambil pendekatan yang nggak main-main. Tim produksi sepakat menghindari penggunaan prostetik artifisial, terutama untuk adegan penanganan medis dan proses membotakkan rambut akibat kemoterapi. Semua dilakukan agar rasa sakit dan perjuangannya terasa nyata di layar.

Tantangan itu diamini oleh Caitlin Halderman yang dipercaya memerankan Fanny Kondoh. “Jujur ini peran terberat sepanjang karier aku. Aku harus merangkum 9 tahun perjalanan hidup Kak Fanny—senang, sedih, marah, pasrah—ke dalam durasi 2 jam. Tanggung jawabnya besar banget karena ini kisah nyata yang dialami orang beneran,” kata Caitlin.

Denny sendiri turun langsung mengawal proses kreatif, mulai dari penulisan skenario sampai syuting. Ia mengaku sering diskusi panjang dengan Fanny agar detail-detail kecil yang emosional tidak ada yang terlewat.

Baca Juga :  Aksi Asusila Muda-Mudi di Taman Balekambang Viral, Disbudpar Solo Perketat Patroli di Titik Rawan

Fanny Kondoh berharap Baby Udon bisa jadi lebih dari sekadar tontonan. Ia ingin film ini menjadi teman dan penyemangat.

“Film ini aku persembahkan untuk semua pejuang kehidupan. Untuk teman-teman pejuang garis dua yang lagi menanti buah hati, untuk yang pernah kehilangan, dan untuk keluarga hebat yang sedang mendampingi orang tercinta melawan kanker. Kalian nggak sendiri. Badai pasti berlalu,” pesan Fanny.

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.