Beranda Daerah Telinga Siswa Berdarah Usai Dijewer Guru saat Pelajaran Matematika, Begini Respons Sekolah...

Telinga Siswa Berdarah Usai Dijewer Guru saat Pelajaran Matematika, Begini Respons Sekolah  

Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga.

PEKALONGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tindakan pendisiplinan siswa di lingkungan sekolah kembali menjadi sorotan setelah seorang siswa kelas VII SMP Negeri 4 Kota Pekalongan mengalami pendarahan pada telinga usai dijewer seorang guru. Peristiwa yang terjadi saat pelajaran Matematika itu viral di media sosial, sementara penanganan terhadap guru yang bersangkutan masih dalam proses.

Siswa berinisial G tersebut sempat mendapatkan perawatan di RS Budi Rahayu. Selain mengalami pendarahan pada telinga, korban juga disebut mengalami memar di bagian lengan.

Kepala SMP Negeri 4 Kota Pekalongan, Masykur, membenarkan kejadian yang melibatkan guru Matematika berinisial D tersebut. Ia menyatakan, pihak sekolah telah meminta keterangan dari guru, siswa, dan keluarga korban untuk memastikan kronologi peristiwa.

Menurut Masykur, kejadian berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB, Sabtu (17/10/2026), ketika kegiatan pembelajaran Matematika sedang berlangsung.

Peristiwa bermula saat guru meminta para siswa menyiapkan buku catatan dan menuliskan materi yang dicontohkan di papan tulis. Ketika memeriksa kesiapan siswa, guru mendapati G belum menyiapkan buku catatannya.

G kemudian diminta mengambil buku dari dalam tas. Namun, dalam situasi tersebut, guru diduga terpancing emosi hingga menjewer telinga siswa.

“Setelah saya konfirmasi kepada guru yang bersangkutan, memang benar ada tindakan menjewer terhadap siswa.”

“Namun, berdasarkan hasil konfirmasi kepada guru, korban, dan keluarga korban, tindakan yang terjadi adalah menjewer, bukan memukul seperti informasi yang beredar,” ujar Masykur, Senin (19/10/2026).

Korban Sempat Mendapat Perawatan Medis

Baca Juga :  Sopir Taksi Online di Tangerang Diserang dengan Golok! Mobil, HP dan Dompetnya Dibawa Kabur  

Dampak tindakan tersebut tidak berhenti pada persoalan kedisiplinan di kelas. G dilaporkan mengalami pendarahan pada telinga hingga harus mendapatkan penanganan medis di RS Budi Rahayu.

Masykur mengatakan, dirinya telah mendatangi rumah sakit untuk memeriksa kondisi siswa tersebut. Saat tiba di lokasi, ia mendapati telinga korban sudah tidak lagi mengeluarkan darah.

“Saya sudah memastikan langsung ke rumah sakit. Saat saya datang, kondisi telinga sudah kering.”

“Namun, pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter THT masih diperlukan untuk mengetahui kondisi anak tersebut,” jelasnya.

Meski kondisi telinga korban telah mengering, pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) masih diperlukan untuk memastikan kondisi kesehatannya.

Guru berinisial D juga disebut telah mendatangi rumah sakit setelah mengetahui kondisi siswa. Menurut Masykur, biaya pengobatan korban ditanggung oleh guru tersebut.

Guru Dipanggil, Sanksi Belum Diputuskan

Pihak sekolah menyatakan telah memanggil D untuk dimintai keterangan sekaligus menjalani pembinaan. Upaya serupa juga dilakukan di tingkat Dinas Pendidikan Kota Pekalongan.

Masykur mengatakan, dirinya bersama guru yang bersangkutan mendatangi Dinas Pendidikan pada Minggu (18/10/2026) sore untuk mengikuti proses pembinaan.

“Untuk tindakan sekolah, kami sudah memanggil yang bersangkutan dan melakukan pembinaan.”

“Kami bersama guru tersebut juga sudah datang ke Dinas Pendidikan untuk melaksanakan pembinaan bersama,” katanya.

Meski pembinaan telah dilakukan, sekolah belum menetapkan sanksi terhadap guru tersebut. Keputusan mengenai tindakan lanjutan masih menunggu proses klarifikasi dan pemeriksaan informasi terkait kejadian.

Baca Juga :  Lansia 70 Tahun Meninggal dengan Pendarahan di Mata dan Hidung, Warga Kaliwiro Geger!

“Sanksinya belum ditentukan karena masih dalam proses. Kami perlu memastikan semua informasi secara jelas dan benar.”

“Apabila nantinya ada sanksi yang harus diterima, kami sudah menyampaikan agar yang bersangkutan menerimanya dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut pihak sekolah telah mengambil langkah awal untuk menangani kejadian itu.

“Sudah kami konfirmasi benar adanya. Langkah-langkah sudah dilakukan oleh sekolah,” kata Mabruri.

Menurut dia, perhatian utama saat ini diarahkan pada pemenuhan kebutuhan penanganan siswa yang mengalami kejadian tersebut.

“Lebih fokus ke korban agar memperoleh pelayanan yang baik,” katanya.

Hingga Senin (19/10/2026), penanganan kasus tersebut masih berlangsung. Selain memastikan kondisi kesehatan korban, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan masih menjalankan proses pembinaan serta klarifikasi sebelum menentukan tindak lanjut terhadap guru yang bersangkutan.  [*]  Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.