
SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (21/10/2026) sore, menyebabkan kanopi Apotek Kimia Farma di kawasan Alun-Alun Sukoharjo ambruk.
Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang, yang merupakan ibu dan anak, tertimpa reruntuhan kanopi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, saat hujan disertai angin kencang melanda wilayah tersebut.
“Sekitar pukul 15.30 WIB terjadi hujan disertai angin kencang. Kanopi apotek tiba-tiba roboh,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (21/10/2026).
Berdasarkan data asesmen BPBD Kabupaten Sukoharjo bersama kecamatan dan relawan, dua korban diketahui bernama Wagini (51), warga Kepik, Alasombo, Weru, dan anaknya, Sandi Karunia Akbar (19).
Wagini mengalami luka pada bahu kiri dan pinggul kiri. Hingga pendataan dilakukan, ia masih menjalani pemeriksaan di instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. Sementara itu, Sandi dilaporkan mengalami luka ringan.
Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo menyebut, kedua korban telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
“Dua orang tertimpa kanopi. Satu korban mengalami luka ringan, sedangkan satu korban lainnya masih menjalani pemeriksaan,” jelasnya.
Selain kanopi ambruk, hujan deras disertai angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan kerusakan bangunan di beberapa titik wilayah Sukoharjo.
Pohon tumbang dilaporkan terjadi di pertigaan SMP Negeri 1 Baki serta di sebelah utara Lapangan Sidorejo, Kecamatan Bendosari. Penanganan pohon tumbang di kawasan Bendosari dilakukan oleh tim SAR Kabupaten Sukoharjo.
Sementara itu, di sebelah barat SPBU Purbayan, Kecamatan Mayang, sebuah gerai es mengalami kerusakan parah akibat kejadian tersebut. Lokasi ini telah ditangani relawan setempat bersama relawan RTM dan Saber.
BPBD Sukoharjo menyatakan penanganan sejumlah kejadian tersebut telah dilakukan bersama unsur kecamatan dan relawan. Meski demikian, pemantauan terhadap dampak cuaca ekstrem masih berlangsung.
Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo mengatakan, pihaknya juga tengah berkoordinasi terkait sejumlah pohon tumbang di wilayah terdampak.
“Untuk sementara, penanganan dan koordinasi terhadap pohon-pohon tumbang masih dilakukan. Perkembangan kondisi di lapangan terus dipantau,” katanya.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam rangkaian kejadian akibat hujan deras disertai angin kencang tersebut. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi angin kencang dan dampaknya, terutama pohon tumbang serta bangunan atau kanopi yang berisiko roboh saat cuaca buruk.
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.













