JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Bisa Ditiru, Tips Antisipasi Kelangkaan Elpiji yang Dipercaya Bikin Masakan Jadi Sedap

Ilustrasi memasak menggunakan kayu bakar. Foto : Facebook/Kabar Wonogiri
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi memasak menggunakan kayu bakar. Foto : Facebook/Kabar Wonogiri

WONOGIRI-Sejumlah warga Wonogiri mengaku tidak mempermasalahkan seandainya terjadi kelangkaan elpiji. Mereka mempunyai tips ampuh yang ternyata sudah menjadi kebiasaan sejak jaman nenek moyang.

Menariknya tips itu bahkan dipercaya bisa membuat masakan menjadi sedap.

“Kalau saya tidak khawatir jika sewaktu-waktu terjadi kelangkaan elpiji. Saya sudah punya solusinya, di belakang rumah ada tumpukan kayu kering dan tungku batu di dapur,” ujar warga Kecamatan Baturetno, Suprapti, Rabu (17/1/2018).

Baca Juga :  Semangat Slur Warga Pracimantoro yang Tengah Mengerjakan Proyek Fisik TMMD di Desa Sumberagung. Jangan Abaikan Protokol Kesehatan Nggih

Menurut dia, saat elpiji langka, dia akan segera beralih memasak menggunakan kayu bakar. Biaya memasak menggunakan kayu bakar ujar dia lebih hemat daripada elpiji. Pasalnya dia memiliki pekarangan cukup luas dengan persediaan kayu bakar mencukupi.

“Yang diambil (untuk kayu bakar) hanya dahan kering, tidak merusak lingkungan,” jelas dia.

Warga Kecamatan Pracimantoro, Tukini berujar selama memasak dengan berselang-seling, kadang menggunakan elpiji, kadang memakai kayu bakar. Dia menerangkan, memasak memakai kayu bakar membuat masakan terasa lebih sedap.

Baca Juga :  Ini Bukti Konsistensi Joko Sutopo Alias Jekek Mundur Dari Pencalonan Bupati Wonogiri Jika Pilkada Digelar Desember 2020. Pekan Ini Bakal Konsultasi ke DPP PDIP

“Terutama memasak sayur dan nasi, matangnya lebih mantap dan jadi sedap. Hanya kalau memasak air dan tidak tahu tekniknya, bisa bikin rasanya sangit,” terang dia.

Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian dan Perdagangan Wonogiri, Wahyu Widiyati, menegaskan sampai saat ini tidak terjadi kelangkaan elpiji, khususnya tabung melon. Aris Arianto