loading...
Ilustrasi

JAKARTA– Penyebutan nama mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kasus  korupsi  e-KTP akhirnya berbuntut panjang. Kesaksian mantan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI periode 2009-2014, Mirwan Amir di pengadilan akhirnya memantik reaksi keras dari petinggi parti Demokrat.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Mirwan Amir menyebut nama presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, saat menjadi saksi untuk terdakwa kasus KTP elektronik Setya Novanto, Kamis (25/1/2018) pekan lalu.

Baca Juga :  Penelitian: Ganja Dapat Cegah dan Obati Virus Corona

Menanggapi hal itu,  Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Senin (29/1/2018) mendatangi Pengadilan Tipikor Jakarta, untuk bertemu tim kuasa hukum Setya Novanto.

Partai Demokrat menyatakan akan melaporkan Firman Wijaya ke Polda Metro Jaya, atas dugaan menyebarkan kebohongan publik. Pasalnya, Partai Demokrat menilai Firman Wijaya telah menyebarkan asumsi atas keterangan saksi dalam persidangan di luar persidangan. Tribunnews

Baca Juga :  Anggap Penanganan Covid-19 Lemah, Ini Kritik JK untuk Pemerintah