JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

E-KTP Anda Lama Nggak Jadi-Jadi. Silakan Ikuti Petunjuk Dispendukcatpil Berikut Ini!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Kepala Dispendukcatpil Sragen, Wahyu L Wiyanto saat launching pendaftaran Adminduk online beberapa waktu lalu. Foto/JSnews
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Kepala Dispendukcatpil Sragen, Wahyu L Wiyanto saat launching pendaftaran Adminduk online beberapa waktu lalu. Foto/JSnews

SRAGEN– Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcatpil)  Sragen meminta masyarakat yang sudah lama melakukan perekaman namun E-KTP ternyata belum jadi,  untuk lebih aktif datang ke kantor kecamatan atau Dispendukcatpil. Pasalnya, insiden lamanya E-KTP belum jadi, ternyata mayoritas diketahui lebih disebabkan oleh data perekaman ganda atau kesalahan data sehingga terblokir oleh sistem pusat.

Penegasan itu disampaikan Kepala Dispendukcatpil Sragen, Haryanto Wahyu L. Wiyanto, Selasa (30/1/2018). Menyikapi banyaknya pertanyaan dan keluhan masyarakat di media sosial terkait E-KTP yang belum jadi meski sudah lama perekaman.

Baca Juga :  Pertama di Sragen, Setiap Warga Meninggal di Desa Ini Dapat Santunan Rp 500.000 dari Pemdes. Kades: Wujud Desa Hadir untuk Warga!

“Kami berharap masyarakat lebih aktif. Sekiranya sudah lama kok E-KTP belum jadi, silakan datang ke kantor biar dicek. Kalau datanya bermasalah,  biar segera diketahui kesalahannya dimana dan segera diajukan perbaikan. Kalau nggak datang, kami juga enggak tahu kasusnya apa, ” paparnya kepada wartawan.

Wahyu menegaskan persoalan adanya E-KTP yang belum jadi,  bukan karena lambannya pelayanan di dinasnya. Sebab saat ini,  blangko E-KTP sudah tersedia cukup melimpah.

Baca Juga :  Penuh Haru, Jenazah Oemarsono, Mantan Gubernur Lampung dan Bupati Wonogiri Kelahiran Sragen Dimakamkan Pagi Ini di Masaran

Sehingga kapan pun data perekaman warga sudah siap dicetak dari pusat,  pencetakan langsung bisa dilakukan. Hanya saja,  problem yang terjadi bahwa proses menuju data siap cetak itu sepenuhnya dihandel oleh sistem di pusat.

Kemudian data hasil perekaman juga masih membutuhkan waktu dan proses penunggalan oleh sistem di pusat. Setelah itu baru kemudian data diturunkan ke daerah dalam bentuk print ready record (PRR)  untuk dicetak.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua