JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ini Jajanan Snack Yang Sempat Memicu Siswa SD Karangmalang Diduga Keracunan dan Muntah-Muntah

Kapolsel Karangmalang, AKP Agus Irianto saat mengecek sampe snack di kantin SD yang diduga memicu keracunan, Sabtu (13/1/2018). Foto/JSnews
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kapolsel Karangmalang, AKP Agus Irianto saat mengecek sampe snack di kantin SD yang diduga memicu keracunan, Sabtu (13/1/2018). Foto/JSnews

SRAGEN– Tim medis Puskesmas Karangmalang dan Polsek langsung bergerak melakukan pengusutan terkait insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa putra anggota Polres, Mikhael Harjuna (8) asal Plumbungan,  Karangmalang. Makanan ringan yang diduga memicu insiden keracunan itu diketahui adalah makroni.

“Makanan yang dibeli di kantin sekolah itu adalah makroni. Tadi kami langsung mengecek dan mengambil sampel jajanan itu, ” papar Kapolsek Karangmalang,  AKP Agus Irianto mewakili Kapolres AKBP Arif Budiman,  Sabtu (13/1/2018).

Baca Juga :  Diisolasi 22 Hari, Kuli Panggul Positif Covid-19 Berusia 59 Tahun Asal Tanon Sragen Kembali Berhasil Sembuh. Tinggal 9 Pasien Positif Yang Masih Dirawat, Satu Meninggal Dunia

Menurut Kapolsek,  sampel jajanan makroni langsung dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan tes labpratorium. Akan tetapi,  dari hasil uji lab,  ternyata tidak ditemukan kejanggalan dari sampel makroni yang ada di kantin sekolah.

Untuk memastikan,  ia mengaku sempat meminta salah satu anggota Polsek untuk mencoba menyantap makroni. Ternyata,  personel itu juga tidak apa-apa.

Baca Juga :  Geger Perusakan Tugu Perguruan Silat di Sragen, Danrem 074 Surakarta Langsung Turun Gunung. Sebut Kalau Ada Oknum Yang Memanaskan Sragen, Siap Bantu Usut Provokatornya!

“Tadi tak suruh nyoba juga, ternyata enggak apa-apa.  Kesimpulannya insiden dugaan keracunan itu bukan dari jajanan. Dari hasil laboratorium medis,  kondisi muntah-muntah itu diduga dipicu karena lemahnya fisik bukan dari konsumsi makroni, ” terang AKP Agus.

Dari keterangan orangtua korban,  Kapolsek menyampaikan sebelum berangkat,  korban sempat dibuatkan susu. Namun, dipastikan insiden itu bukan akibat keracunan makroni.  Wardoyo