loading...

 

Pesawat Lawu Air di Edupark Karanganyar. Foto/JSnews

KARANGANYAR–  Kasus dugaan penyimpangan pengadaan pesawat “Lawu Air” di lokasi wisata Edu Park Karanganyar dengan tiga orang tersangka, dipastikan akan segera naik sidang. Tim Kejari Karanganyar memastikan akan melimpahkan berkas perkara kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara Rp 509 juta itut ke Pengadilan Tipikor Semarang.

Hal itu disampaikan Kajari Karanganyar, Suhartoyo, usai mengikuti rapat paripurna istimewa HUT DPRD Karanganyar, Rabu (24/01/2018). Kepada wartawan, ia mengatakan saat ini tim jaksa penuntut umum (JPU) sedang menyelesaikan surat dakwaan atas nama tiga orang tersangka.

“Tim jaksa sedang menyelesaikan dan menyempurnakan surat dakwaan. Kemungkinan pekan depan, berkas segera kita limpahkan ke pengadilan Tipikor Semarang untuk menjalani persidangan,” kata Suhartoyo.

Terkait dengan berkas tersangka lain, Suhartoyo menyatakan, saat ini masih dalam proses penyempurnaan, dengan satu orang tersangka. Dijelaskannya, satu berkas masih berada di tim penyidik Polres Karanganyar.

Baca Juga :  Cerita Perayaan Nyepi Umat Hindu Lereng Lawu Karanganyar di Tengah Waspada Corona Virus. Pura Pun Tak Ada Umat Bermeditasi, Tapi Umat Agama Lain Junjung Toleransi

“Satu berkas belum lengkap dan masih harus dilengkapi oleh penyidik,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan, setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya tim penyidik Krimsus Sat Reskrim  Polres Karanganyar, menyerahkan tiga tersangka berikut barang bukti kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat lokasi wisata edu park, Selasa (16/01/2018).

Penyerahan tahap kedua ini, setelah seluruh berkas dinyatakan lengkap. Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan administrasi, ketiga tersangka, yakni P, selaku PP Kom, S Direktur CV Gema Sari serta D Manager Area CV Gema Sari, langsung ditahan dan dititipkan ke lembaga pemasyarakatan  (LP) Surakarta

Kasus ini  bermula ketika Pemkab Karanganyar membangun wisata pendidikan  (edu park) di lokasi kolam renang Intanpari tahun 2014 lalu.Di lokasi wisata pendidikan tersebut, dilengkapi dengan  tiga unit pesawat, masing-masing dua unit helikopter bekas dan satu unit pesawat Boeing 727 Air Bus 200, dengan total anggaran Rp2 miliar. Namun, dalam pengadaan pesawat tersebut, terdapat  selisih harga yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 509 juta. Wardoyo

Baca Juga :  Semprot Desinfektan di Karanganyar, Anggota DPR RI Paryono Sebut Pemerintah Kucurkan Rp 400 Trilyun Lebih Atas Corona. Minta Masyarakat Patuh Untuk Berdiam di Rumah