loading...
Suasana pemakaman almarhum Soetardjo, mantan ajudan Presiden Bung Karno di Sragen, Rabu (24/1/2018). Foto/JSnews

SRAGEN – Kabar duka menyelimuti Sragen. Salah satu putra terbaik yang pernah menjadi anggota pasukan pengawal Presiden Soekarno, Letnan Dua Ahmad Soetarjo, berpulang.

Namun kepergian Soetardjo menyimpan banyak kenangan atas sosoknya yang dinilai menjadi teladan bagi anak-anaknya.  Ya,  mantan Letda yang dikenal sebagai ajudan setia pahlawan Proklamator RI itu dikenal sebagai sosok yang sangat sederhana dan enggan tampil bermewahan meski dekat dengan orang pertama di negeri ini.

Menurut putra sulung almarhum, Eddy Herwanto, ayahnya memang sangat sederhana dan bahkan nyaris tak pernah memamerkan tugasnya mengawal Presiden kala itu.

Baca Juga :  Breaking News! Satu Pasien PDP Corona Sragen Meninggal Dunia. Jumlah PP Bertambah Jadi 4.998 Orang, Jumlah ODP Naik 13 Orang

“Bapak itu orang yang sederhana dan tidak mau neko-neko, beliau memang jarang bercerita tentang tugasnya,” tandas Eddy yang juga Bendahara Perhimpunan Profesi Likuidator Indonesia tersebut ditemui usai pemakaman, Rabu (24/1/2018).

Bahkan untuk sekedar berfoto pun ayahnya tidak pernah mau. Dokumentasi resmi yang dimiliki keluarga terakhir pada 1 Januari 1959. Itu satu-satunya foto keluarga yang dimiliki.

Anak Soetarjo yang lain, Eddy Hari Susanto menambahkan, ayahnya memiliki 14 anak dari dua kali pernikahan.

Isteri pertama meninggal pada 1965, sebelum meletusnya G30S/PKI. Soetarjo kemudian memutuskan pindah ke Yogyakarta pada 1965. Pada medio 1990-an, Soetarjo kemudian balik tinggal di kampung kelahirannya di Sragen. Wardoyo

Baca Juga :  Update Terbaru Corona Sragen Hari Ini, Jumlah PP Melonjak Capai 7.449 Orang, ODP Tambah 11 Orang Jadi 117 Orang dan 3 Orang PDP Masih Dalam Perawatan