JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Sumbangan Uang Tunai Pembangunan Masjid Sriwedari Dilarang, ini Alasannya

Desain Masjid Taman Sriwedari. Tampak dari luar
Desain Masjid Taman Sriwedari. Tampak dari luar

SOLO — Dana sumbangan untuk pembangunan Masjid Taman Sriwedari harus disalurkan melalui rekening bank yang telah disiapkan oleh panitia. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Panitia Pembangunan Masjid Taman Sriwedari, Achmad Purnomo.
Dengan tegas, Wakil Walikota Surakarta itu menyampaikan pihaknya tidak dapat menerima aliran berupa uang tunai dari donatur.
Dana sumbangan dari donatur harus melalui jalur perbankan. Kami tidak bisa menerima dana bantuan berupa uang tunai,” kata Acmad Purnomo kepada wartawan, Senin (22/1/2018).
“Kebijakan ini agar aliran dana bantuan yang diterima panitia jelas, akuntabel dan transparan,” sambung dia.
Lebih jauh, Acmad Purnomo menyampaikan, rekening panitia resmi dibuka mulai Senin (22/1/2018) pagi. Dengan melalui sistem perbankan, menurut dia, seluruh dana bantuan dapat dipertanggungjawabkan.
Sedangkan untuk sistem pertanggungjawaban untuk publik akan dilaporkan secara berkala. Menurut Purnomo, dengan sistem ini masyarakat dapat dengan mudah memantau seluruh dana bantuan yang masuk serta asal aliran dana tersebut.
“Dengan sistem ini seluruh dana bantuan dapat dilacak sumbernya dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelas dia.
Sebelumnya, Walikota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengemukakan pembangunan Masjid Taman Sriwedari akan dimulai pada tanggal 5 Februari 2018.

Baca Juga :  CATAT!, Pengunjung CFD Solo Dilarang Merokok

Menurut dia, pihak Pemkot Surakarta telah menyiapkan anggaran dari APBD Kota Surakarta sebesar Rp1 miliar sebagai dana persiapan awal. Dengan disepakati anggaran untuk pembangunan Masjid Taman Sriwedari dengan sistem tidak terbatas yang bersumber dari dana bantuan diluar anggaran negara atau daerah.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua