loading...


Kondisi Eko Gilang Geovany saat dievakuasi dan diperiksa tim Inafis Polres. Foto/JSnews

SRAGEN– Warga Dukuh Wates Kidul RT 5/2, Desa Jatibatur,  Gemolong digemparkan dengan suara tangisan histeris wanita pada Jumat (12/1/2018) tengah malam. Tangisan tengah malam itu langsung mengundang kedatangan warga ke rumah sumber suara yang tak lain dari rumah wanita muda bernama Indah Sapitri (27).

Tangisan dinihari itu ternyata berasal dari Indah yang histeris mendapati suami tercintanya,  Eko Gilang Geovany (28) sudah tak bernyawa dalam posisi menggantung di dalam rumah. Seketika suasana desa menjadi gempar karena aksi Eko yang diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri tersebut.

Informasi yang dihimpun, insiden menggemparkan itu terjadi sekira pukul 23.30 WIB.  Menurut keterangan Indah saat diinterogasi petugas Polsek Gemolong, malam itu sebelumnya ia dan suaminya tidur di kamar.

Baca Juga :  Bersama Ratusan Warga, Mantan Relawan Terdepan Yuni-Dedy di Sidoharjo Deklarasi Berbalik Dukung Pemenangan Agus ke DPR RI 

Sekitar pukul 23.30 WIB,  Indah terbangun dan hendak ke kamar mandi. Saat itu ia kaget mendapati suaminya sudah tak lagi di sampingnya.

Ia makin lunglai dan langsung histeris ketika membuka kamar dan mendapati suaminya sudah kaku tak bernyawa dalam kondisi menggantung di blandar. Korban menggantung dengan seutas tali yang diikatkan di blandar dan dililitkan ke lehernya.

Kejadian itu langsung dilaporkan ke kepolisian yang malam itu langsung menuju lokasi.  Jasad korban kemudian diturunkan dan selanjutnya dilakukan identifikasi serta visum.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Gemolong,  AKP Supadi mengungkapkan dari hasil olah TKP tidak menemukan kejanggalan atau tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan.

Baca Juga :  Kecelakaan Mio VS Scoopy di Sambirejo Sragen. Gara-gara Henti Mendadak, PNS Asal Gondang Sragen Jadi Korban 
Tim inafis Polres saat melakukan olah TKP di lokasi gantung diri Eko Gilang Geovany. Foto/JSnews

Menurut keterangan istri korban,  (27) selama tinggal di rumah neneknya kurang lebih satu tahun di Dukuh Wates kidul RT 5/2 Desa Jatibatur, Kecamatan Gemolong, ia dan suaminya merasa tak ada masalah baik dengan keluarga maupun tetangga.

“Hasil pemeriksaan,  kondisi tubuh Eko Gilang Geovany oleh team medis dari RSUD Soeratno doktet tidak ditemukan tanda tanda kekerasan. Hanya bekas jeratan di leher serta kemaluan korban yang mengeluarkan sperma,” papar Kapolsek.

Sementara tali plastik warna hijau yang di gunakan korban sebagai sarana gantung diri dan pakaian korban langsunh diamankan Polsek Gemolong sebagai barang bukti. Sementara karena pihak keluarga sudah menerima sebagai musibah,  jasad korban akhirnya diserahkan kepada kerabat untuk dimakamkan selesai dilakukan visum.

Baca Juga :  Reformasi Lapas Sragen, Kalapas Kerahkan Puluhan Napi dan Petugas Bersih-Bersih Masjid Raya. Kalapas: Masih Ada Pintu Tobat! 

“Mengenai motif gantung dirinya karena apa,  masih dalam penyelidikan, ” pungkasnya.  Wardoyo

Loading...