JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

13 Juta Pemilik Hak Suara Di Jateng Adalah Perempuan. Ada 4 Tipe Pemilih Yang Perlu Dicermati..

Dua paslon yang akan berlaga di Pilkada Karanganyar, Rohadi-Ida dan Juliyatmono-Rober saat menghadiri Deklarasi Pilkada Damai, Minggu (18/2/2018). Foto/Wardoyo

 

Dua paslon yang akan berlaga di Pilkada Karanganyar, Rohadi-Ida dan Juliyatmono-Rober saat menghadiri Deklarasi Pilkada Damai, Minggu (18/2/2018). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR– Sebanyak 50 persen pemilih di Pemilihan Kepala Daerah di Jawa Tengah pada tahun ini adalah kaum perempuan. Hal tersebut diungkapkan oleh Sunny Ummul Firdaus, pada acara Sosialisasi Pilkada Bagi Kaum Perempuan dan Pemilih Pemula, di Gedung Guru, Cangakan, Kamis (22/2/2018).

“Dari data yang dirilis KPU jumlah DPT di Jawa Tengah berjumlah 27.088.692 dan pemilih perempuan sebanyak 13.568.256, hal ini membuat jumlah pemilih perempuan diatas 50 persen dibanding laki-laki,” kata pemateri   Sunny Ummul Firdaus.

Dia juga menjelaskan, ada empat perilaku pemilih antara lain pemilih rasional yang menjatuhkan pilihan terhadap program kerja, pemilih pragmatis yang memilih kepentingan materi dan kebutuhan.

Baca Juga :  Hasil Swab Berubah-Ubah, Keluarga Pak RT Buran Karanganyar Yang Positif Covid-19 Diminta Isolasi Mandiri Dulu. Hikmah Positifnya, Kades Sebut Warga Makin Waspada dan Perketat Protokol Kesehatan!

Kemudian pemilih berdasarkan ikatan emosi yang berdasarkan ikatan kepartaian, dan pemilih tradisional yang berdasarkan seorang figur, hal itu merupakan perilaku setiap individu untuk memilih pemimpin.

“Sasaran pemilih bagi kaum perempuan bisa melalui organisasi wanita, kelompok pengajian, kelompok senam, dan masih banyak lagi,” katanya.

Disamping itu narasumber berharap, dalam penyelenggaraan pemilihan meningkatkan partisipasi politik masyarakat secara luas dan terwujudnya suasana kondusif bagi penyelengaraan pemilihan yang aman, damai, tertib dan lancar.

Baca Juga :  Menohok, Pernyataan Bakal Cawabup Wiwoho Ingatkan Pola Intervensi dan Menekan PNS dan Kades Justru Akan Berdampak Sikap Apatis Dari Rakyat!

Ditempat yang sama, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Karanganyar, Agus Cipto Waluyo, mengatakan partisipasi masyarakat merupakan proses aktif dan inisiatif dari masyarakat dalam suatu kegiatan.

“Upaya meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilu, merupakan tanggung jawab pemangku kepentingan pemilu dan seluruh elemen masyarakat,” kata Agus Cipto Waluyo.

Upaya tersebut melalui penyelenggara pemilu, partai politik, Pemerintah, Sekolah, Perguruan Tinggi, Ormas, Tokoh Agama, dan masyarakat. Wardoyo