JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Bantu Masjid, Bupati Juliyatmono Ingatkan Agama Jangan Dipakai Untuk Kampanye

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menyerahkan bantuan. Foto/JSnews
Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menyerahkan bantuan. Foto/JSnews

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar,  Juliyatmono mengingatkan masyarakat untuk senantiasa menghindari isu agama dalam Pilkada 2018. Sebaliknya,  bakal calon bupati di Pilkada Karanganyar 2018 itu meminta masyarakat berlomba berbuat kebaikan.

Hal itu disampaikan bupati saat menghadiri Isya Keliling Kamis (1/2/2018) di Masjid Ar Rohmah Dusun Suruhkalong, Desa Pandeyan, Kecamatan Tasikmadu.

Sholat berjamaah ini menyatukan pemerintah, perangkat desa dan masyarakat setempat.

Pada kesempatan itu, seusai menjalankan shalat wajib, Bupati menandatangani   prasasti masjid yang baru selesai dibangun tersebut serta memberikan bantuan sarana ibadah kepada takmir masjid setempat.

Baca Juga :  Masa Pandemi, Target Akseptor KB Karanganyar Baru 60 %. Bupati Minta Pasangan Muda Pakai Kontrasepsi, Dinas Akan Gerilya

Di hadapan Forkompinda dan masyarakat Tasikmadu, Bupati mengatakan ibadah seseorang biar Allah saja yang menilai.

“Yang terpenting, seberapa besar pengabdian seseorang untuk kemaslahatan dan kebaikan untuk sesama,” paparnya.

Orang nomor satu di Pemkab Karanganyar itu juga menyinggung tahun 2018 adalah tahun politik. Pihaknya mengajak jangan sampai agama dipakai alat-alat kampanye. Sebab hal  itu menimbulkan kerawanan dan gesekan antara satu dengan yang lain.

Baca Juga :  Kunjungi Karanganyar, Wakil Gubernur Taj Yasin Ungkap Pemicu Mengapa Jumlah Kematian Pasien Positif Covid-19 di Jateng Melonjak Tajam!

Bupati Karanganyar menghimbau kepada warga masyarakat untuk tetap guyup rukun dan memakmurkan masjid yang telah selesai direhab tersebut.

“Yang menyumbang uang juga tenaga semoga menjadi amal ibadah hingga kelak menjadi tabungan amal di akhirat” tambahnya.

Bupati Yuli juga mengajak masyarakat berlomba-lomba berbuat kebaikan. Karena dengan kebaikan akan bisa menghapus keburukan.

“Gotong royong merupakan berbuat baik, perbuatan baik menghapus perbuatan buruk”, pungkas Juliyatmono. Wardoyo