JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Beda Pengelolaan Sampah Amerika dan Karanganyar. Amerika Petugas Sampah Pakai Dasi, di Karanganyar Malah Picu Masalah

Bupati Juliyatmono saat meninjau lokasi pengolahan sampah. Foto/Dok Humas
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Bupati Juliyatmono saat meninjau lokasi pengolahan sampah. Foto/Dok Humas

KARANGANYAR –Pengelolaan Sampah di Karanganyar betul betul menjadi perhatian khusus Pemkab Karanganyar. Sebab sampah jika tidak ditangani dengan baik maka akan menjadi pemicu konflik sosial.

Ditambah lagi, masyarakat kurang perhatian terhadap sampah namun menginginkan lingkungan yang nyaman.

“Jika pengelolaan sampah melalui 3 R (Reduce, Reuse dan Recyle) di Buran Tasikmadu ini berhasil, maka harus diikuti oleh daerah daerah lain. Saya betul-betul konsen terhadap masalah sampah. Saya ingin Karanganyar bebas sampah,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono usai meresmikan Tempat Pengelolaan Sampah hasil kerjasama LPPM UNS dengan BKM Maju Lancar, Desa Buran, Kecamatan Tasikmadu Rabu (14/2018).

Baca Juga :  Orang Sudah Dikubur Sering Masuk Data Pemilih, KPU Karanganyar Luncurkan Sistem Sidatan. Tiap Bulan Bakal Update!

Dia menambahkan beberapa waktu lalu berkunjung ke Amerika terkait pengelolaan sampah. Selama dua minggu itu, bupati belajar tentang penanganan sampah.

Di Amerika sangat bersih untuk tempat sampahnya sebab semuanya sudah menggunakan tehnologi. Petugas sampahnya pun sudah memakai dasi.

“Masyarakat disana itu sangat disiplin dalam membuang sampah. TPS memang dikelola dengan baik. Semua petugasnya berdasi dan tempat TPS itu sangat bersih,” imbuhnya.

Baca Juga :  Putrinya Bawa Foto Berlinang Air Mata, Yulia Korban Pembunuhan dan Dibakar Dalam Mobil Akhirnya Dimakamkan di Delingan Karanganyar

Sementara Ketua LPPM UNS, Sulistyo Saputro kerjasama pengelolaan sampah ini juga menjadi riset universitas terkemuka di Solo tersebut. Pasalnya sampah di Karanganyar itu sekitar 8 ton per hari.

Dengan menggunakan program 3 R diharapkan sampah yang dibuang ke TPS hanya 18 persen dari 8 ton tersebut. Sedangkan yang lainnya diolah menjadi pupuk organik dan digunakan kembali.

“Saya berharap TPS di Buran kerjasama LPPM UNS dan Pemkab Karanganyar akan berhasil dengan baik,” tambah Sulityo. Wardoyo