JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Bila Siswa Terjerat Kasus, Sekolah Diminta Tak Gegabah Ambil Keputusan

Ilustrasi/Tribunnews

SEMARANG – Dalam proses pendidikan, terdapat alat pendidikan yang bisa digunakan, antara lain berupa pemberian reward dan sanksi. Guru sebagai pendidik harus bijaksana dan proporsional, dalam memberikan keduanya, baik penghargaan (reward) maupun sanksi.

“Pemberian reward itu bisa berupa hadiah, pujian, motivasi, atau lainnya. Pun demikian, sanksi itu bisa berupa teguran, peringatan, dan lainnya. Yang jelas, guru harus bijaksana dalam menerapkannya,” kata Wakil Sekretaris Umum PGRI Jateng, Ngasbun Egar, Sabtu (24/2/2018).

Baca Juga :  Kronologi Kecelakaan Maut Tol Bawen-Ungaran: Elf Tabrak Fuso, Sempat Terseret 2 KM, 5 Orang Tewas

Menurut dia, ketika terjadi tindak pelanggaran atau kekerasan yang melibatkan siswa, orangtua dan guru harus pro-aktif mendalami, apa yang sesungguhnya terjadi.

“Bisa jadi pihak sekolah, punya data-data tertentu, sehingga harus mengambil langkah tertentu. Yang jelas, sekolah tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusan,” ucapnya.

Baca Juga :  Sikat 40 Sepeda Motor, 11 Mafia Curanmor Diringkus di Jepara. Ada 25 Motor Digondol dari Persawahan

Ditambahkan, jika memang sanksi yang diberikan kepada peserta didik, dirasa berlebihan oleh orangtua siswa, maka sebaiknya hal itu dikomunikasikan lebih lanjut dengan pihak sekolah. Komite sekolah, yang berperan sebagai penghubung antara kepentingan sekolah dan kepentingan orangtua dan siswa, bisa menjadi mediator.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com