JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Catat, 5 Aspek Penanggulangan Bencana Ini Harus Dimiliki Semua BPBD

Rakernas penanggulangan bencana di NUSA Dua, Bali. Dok. BNPB
Rakernas penanggulangan bencana di NUSA Dua, Bali. Dok. BNPB

NUSA DUA–Sedikitnya lima aspek harus dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam strategi penanggulangan bencana. Kelima aspek itu juga perlu dimiliki BNPB.

Kepala BNPB Willem Rampangilei mengungkapkan hal itu dalam rilisnya, Kamis (22/2/2018).

“Pertama harus memberi manfaat sebesar-besarnya untuk rakyat,” ungkap dia.

Aspek kedua yaitu kerja tuntas dan fokus pada hasil akhir. Willem menjabarkan pandangannya bahwa BNPB dan BPBD jangan terpaku di proses namun lalai di hasil akhir. Menurut Willem, kedua institusi tersebut perlu memfokuskan pada kegiatan prioritas dapat memberikan dampak besar dan dikerjakan secara totalitas dan tuntas. Willem mencontohkan mengapa dibutuhkan prioritas karena salah satunya anggaran yang terbatas.

Baca Juga :  Arab Saudi Segera Buka Pintu untuk Ibadah Umroh, Kemenag Tunggu Rilis Daftar Negara yang Boleh Berangkatkan Jemaah

Selanjutnya, dia menyampaikan aspek ketiga bahwa BNPB dan BPBD berpegang pada emergency mindset dan pantang terhadap business as usual. Hal tersebut dilatarbelakangi bahwa BNPB dan BPBD merupakan institusi yang dinamis dan harus siap setiap saat, siap dari sisi organisasi dan siap dari sisi individu.

“Semua harus memiliki emergency mindset, artinya cepat dalam berpikir, mengambil keputusan dan bertindak dan selalu siap kapan pun ketika dibutuhkan oleh organisasi,” kata dia.

Aspek keempat yaitu organisasi yang berbasis sistem dan teknologi. Dia menyampaikan bahwa teknologi dan inovasi dibutuhkan untuk mengubah cara bekerja dan menjadikan hal tersebut sebagai kekuatan dalam penanggulangan bencana. Sistem dan teknologi yang dibangun harus mampu untuk menembus ego sectoral dan mendorong kinerja organisasi.

Baca Juga :  Kasus Klinik Aborsi Ilegal Jalan Percetakan Negara: Polisi Sebut Proses Menggugurkan Janin Hanya 5 Menit

Dia juga menekankan pada aspek sumber daya manusia yang terpilih, terdidik dan terlatih. Menurutnya, penguatan sumber daya manusia merupakan pilar utama BNPB dan BPBD dan harus menjadi prioritas.

“Harus ada master plan penguatan sumber daya manusia sehingga pelatihan dan penguatanya dapat dilakukan secara sistematis, bertahap, berjenjang dan terukur sesuai dengan bidang dan jabatan untuk semua level,” ujar dia. Aris Arianto