JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Gawat, Tanah Retak Kismantoro Panjangnya Ratusan Meter 210 Jiwa Terancam, Ini yang Dilakukan Pemerintah

Tanah retak di Desa Gedawung, Kecamatan Kismantoro. BPBD Wonogiri
Tanah retak di Desa Gedawung, Kecamatan Kismantoro. BPBD Wonogiri

WONOGIRI-Tanah labil di Dusun Joho RT 3 RW 7, Desa Gedawung, Kecamatan Kismantoro bergerak dan membentuk retakan. Sementara ini dimensi retakan mencapai panjang 500 meter, lebar 15 sentimeter dan terjadi penurunan permukaan tanah hingga 75 sentimeter.

Data yang dihimpun dari BPBD Wonogiri, kampak kejadian mengakibatkan sedikitnya tujuh umah mengalami kerusakan berupa retakan bangunan. Sedangkan dua rumah terpaksa dibongkar mengingat kondisi bangunan mengalami kemiringan.

Baca Juga :  Jangan Pakai Masker Namun Diturunkan di Dagu, Ini Lho 21 Orang Terjaring Razia Masker di Wonogiri

“Jumlah KK yang terdampak maupun terancam sekitar 50, atau 210 jiwa,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, Minggu (4/2/2018).

Retakan tanah labil itu, jelas dia telah terjadi sejak 28 Januari 2018 lalu. Hak itu merupakan akibat hujan secara berkelanjutan. Kontur tanah miring dan labil pada lereng perbukitan.

Baca Juga :  Rombongan PSHT Dihentikan Kapolres Wonogiri Bersama Timsus Harimau di Perbatasan Sukoharjo-Wonogiri, Niatnya Massa Hendak Menuju Solo

Saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Forkompincam Kismantoro, serta pemerintah desa setempat. Langkah selanjutnya mengupayakan evakuasi warga terdampak.

“Kamu juga mengadakan penutupan retakan untuk mengurangi percepatan pergerakan tanah, air juga diusahakan tidak masuk ke dalam retakan, supaya tidak melebar. Logistik ke lokasi bagi korban terdampak juga telah didistribusikan,” sebut dia. Aris Arianto