JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Jokowi Desak Kasus Novel Diungkap, Kabareskrim Bilang, Pelaku Belum Ditangkap  Bukan Berarti Polisi Diam,

Ilustrasi/Tribunnews

JAKARTA –  Menjelang kepulangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  Novel Baswedan dari pengobatan di luar ngeri, Presiden Joko Widodo mendesak Kapolri untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel yang sampai sekarang masih belum jelas progresnya.

Terkait hal desakan itu, Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto memastikan pengusutan kasus penyerangan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan masih berlanjut.

Ari mengatakan, dua pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan memang belum terungkap. Namun, ia memastikan bahwa penyelidikan masih berjalan.

Baca Juga :  Emak-emak Penggunting Bendera Merah Putih Resmi Ditetapkan sebagai Tersangka, Terancam Hukuman Penjara 5 Tahun atau Denda Rp500 Juta

“Kita terus melakukan penyelidikan. Bukan berarti belum tertangkap, terus diam,” ujar Ari di kantor MUI, Jakarta Pusat, Rabu (21/2/2018).

Penyidik Polri masih mengumpulkan bukti-bukti terkait penyerangan. Termasuk menelusuri identitas diduga pelaku penyiram air keras ke wajah Novel.

“Satgas terus melakukan upaya-upaya penyelidikan dan mencari bukti-bukti,” ujar Ari.

Menurutnya, kasus penyerangan Novel termasuk kategori hit and run atau melakukan penyerangan kemudian melarikan diri.

“Kalau hit and run relatif perlu waktu untuk kita bisa mengungkap peristiwa yang model-model seperti ini,” ujar Ari.

Baca Juga :  Giliran FPI, Alumni 212, dan Rizieq Shihab Desak Pemerintah Tunda Pemilihan Kepala Daerah. Sebut Pilkada 2020 sebagai Pilkada Maut

Novel diserang oleh dua orang tidak dikenal seusai melaksanakan salat subuh di Masjid Al-Ihsan, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 11 April 2017.

Sudah lebih dari 300 hari, polisi belum menangkap pelaku penyerangan. Sementara Novel dijadwalkan akan kembali ke Indonesia, besok.

Dalam kasus ini, polisi telah melakukan empat kali olah tempat kejadian perkara, memeriksa lebih dari 60 saksi, 50 rekaman CCTV, dan 100 toko kimia. Tribunnews