JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

40 Perempuan dan Anak di Karanganyar Jadi Korban Kekerasan Seksual , DPR RI Kaji UU Penghapusan Ini

Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Endang Maria (2 dari kiri) saat memberikan sosialisasi kekerasan perempuan dan anak di Karanganyar, Rabu (21/2/2018). Foto/Humas Kab
Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Endang Maria (2 dari kiri) saat memberikan sosialisasi kekerasan perempuan dan anak di Karanganyar, Rabu (21/2/2018). Foto/Humas Kab

KARANGANYAR – Maraknya kekerasan terhadap anak dan perempuan membuat prihatin kalangan DPR RI. Tak terkecuali Anggota  DPR RI dari Fraksi Golkar Dapil Jateng IV,  Karanganyar,  Sragen,  Wonogiri,  Endang Maria Astuti.

Dalam kunjungannya ke Karanganyar,  Rabu (21/2/2018), ia mengatakan kedatangannya salah satunya untuk mendengar langsung upaya pencegahan kekerasan tersebut di Karanganyar. Sebab saat pihaknya tengah menggodok UU penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.

“Kita sedang membahas UU penghapusan kekerasan seksual. Dikaji sesuai dengan kondisi lapangan. Kita benar-benar memikirkan hak-hak perempuan dan anak legalitas yang kuat. Termasuk LGBT terus kita kaji, “ papar Endang Maria pada kunjungannya di Karanganyar, Rabu (21/2/2018).

Baca Juga :  Pelaku Seni Karanganyar Rindukan Musik Keroncong dan Wayang Bisa Masuk Di Kurikulum Pendidikan Budaya Lokal. Begini Reaksi Maestro Keroncong Endah Laras

Menurutnya banyak faktor yang menyebabkan kekerasan terhadap anak-anak dan perempuan antara lain faktor persepsi, faktor pendidikan, faktor kemiskinan yang dapat memberikan dampak negatif.

“Saya berharap UU ini bisa menghapuskan kekerasan pada perempuan dan anak,” imbuhnya.

Sementara Sekda Karanganyar, Samsi yang mewakili Pjs Bupati Karanganyar, Priji Anggoro Budi mengatakan tahun 2017 sebanyak 40 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Kekerasan itu berupa kekerasan fisik, psikis, kekerasan seksual dan penelantaran anak.

Baca Juga :  4 Pohon Jati Raksasa di Kuburan Desa Pojok Karanganyar Dijual, Desa Langsung Geger.  Beredar Kabar Laku Rp 400 Juta, Kades Dapat Rp 125 Juta, Begini Faktanya!

“Anak merupakan generasi penerus bangsa. Maka kita berupaya semaksimal mungkin untuk melindungi mereka. Jangan sampai mereka terkena kekerasan,” imbuh Samsi.

Dia menambahkan jumlah penduduk Kabupaten Karanganyar sebanyak 896.991 jiwa, terdiri dari 448.637 laki-laki dan 448.354 perempuan. Dari jumlah populasi tersebut sebanyak 257.524 jiwa merupakan anak-anak.

Samsi mengatakan perlunya kesadaran semua masyarakat agar kekerasan terhadap anak-anak dan perempuan berkurang. Dengan begitu peran orang tua dalam keluarga harus bisa melindungi, mendidik dan mengawasi anak-anaknya dalam pergaulan, dan dilingkungan tempat tinggal. Wardoyo