JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

KPK Tahan Penyuap Bupati  Ngada

Bupati Kabupaten Ngada Marianus Sae (gunakan rompi tahanan) meninggalkan gedung KPK, Jakarta, Senin (12/2/2018)./ Tribunnews

JAKARTA – Kasus suap selalu melibatkan dua belah pihak, penyuap dan penerima suap. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi telah melakukan penahanan terhadap Direktur PT Sinar 99 Permai, Wilhelmus Iwan Ulumbu (WIU).

Penahanan tersebut dilakukan setelah penyidik KPK melakukan pemeriksaan intensif terhadap yang bersangkutan di dua lokasi yakni, di Polda Jawa Timur dan di Kantor KPK, Jakarta.

“Tersangka WIU (Wilhelmus Iwan Ulumbu) di Rutan Polres Metro Jakarta Timur untuk 20 hari pertama,” ujar Pelaksana Harian‎ (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (12/2/2018).

Baca Juga :  Usulan Penundaan Pilkada 2020 Menguat, Mahfud MD: Presiden Sudah Dengar Semua Masukan

Wilhelmus diduga menyuap Bupati Ngada, Marianus Sae. Perusahaanya menjadi bagian dari kontraktor pemegang sejumlah proyek pembangunan di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Nilai suap yang diberikan Wilhelmus kepada Bupati Marianus Sae sebesar Rp4,1 miliar yang disinyalir menjadi barter atas sejumlah proyek infrastruktur di daerah tersebut senilai Rp54 miliar.

Namun, ketika ditanya soal uang suap yang dimaksudkan untuk persiapan dana kampanye Marianus dalam Pilgub NTT 2018 Wilhelmus pun enggan menjawabnya.

Baca Juga :  Indonesia di Ambang Resesi, Ini Saran dari Pengamat Ekonomi: Masyarakat Menengah Atas Jangan Berhemat dan Tetap Belanja

“Tidak ada, Tidak ada komentar,” ujar Wilhelmus usai diperiksa KPK.

Dalam kasus ini, WIU disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Sementara Marianus disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Tribunnews