loading...
Loading...
Endang Maria Astuti. DPR RI. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR – Pemkab Karanganyar kembali mendapat kesempatan dijadikan tujuan serap aspirasi oleh anggota Komisi 8 DPR RI, Endang Maria Astuti. Kedatangan wakil rakyat dari Fraksi Golkar Dapil Jateng IV (Sragen-Karanganyar-Wonogiri)  itu mendapat banyak apresiasi dan aspirasi berharga dari Karanganyar.

Pada kesempatan itu, Pemkab Karanganyar meminta mobil Pemadam kebakaran. Sebab, daerah yang lebih dikenal dengan Bumi Intanpari hanya memiliki dua mobil pemadam kebakaran dan itu kondisinya sudah lima tahun yang lalu.

“Kami ini mempunyai 600 perusahaan di Karanganyar dan kebanyakan tekstil. Jika sudah terbakar maka susah untuk memadamkan dengan segera,” papar Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Samsi M.Si dalam kunjungan anggota Komisi 8 di ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati, Rabu (21/02/2018).

Baca Juga :  Duh, Jas dan Rok Untuk Pelantikan DPRD Baru di Karanganyar Tak Sesuai Bayangan, Sejumlah Legislator Kecewa. Ukuran Rok Dinilai Terlalu Tinggi 

Selama ini, menurut Samsi jika ada kebakaran daerah datang untuk membantu. Sedangkankan ‘itung-itungannya’ di belakang.

Jika nanti ada bantuan mobil pemadam kebakaran maka akan lebih baik. Selain itu, tambah Samsi Pemkab Karanganyar dibantu untuk pengelolaan sampah. Idealnya di Solo Raya ada satu tempat sampah regeional.

Baca Juga :  Hari Pramuka, Generasi Muda di Karanganyar Diingatkan Ancaman Tawuran dan Pornografi 

“Kami pernah didatangi orang untuk mengolah sampah menjadi listrik. Namun ketika ditanyai detail belum pernah mencoba sehingga kami tidak berani menjalin kerjasama,” imbuhnya.

Dia menambahkan Karanganyar ini penyangga solo. Sebab orang Solo itu banyak memiliki rumah di Karanganyar. Sekitar 1000 unit rumah. Pendek kata, siangnya kerja di Solo dan malamnya tidur di Karanganyar.

“Jika penduduk migran seperti ini permasalahannya adalah sampah dan jika meninggal di kubur dimana. Jika ada bantuan pengelolaan sampah maka itu akan sangat baik untuk Karanganyar,” tambah Samsi.

Baca Juga :  Buntut Kerusuhan Manokwari, Pemkab Karanganyar Bakal Mendata Warga Papua di Karanganyar. Mahasiswa Diminta Tak Resah

Sementara Anggota DPR RI, Endang Maria Astuti mengatakan masukan dari pemerintah Karanganyar akan dijadikan usulan ketika ada pembahasan di DPR. Setidaknya, program untuk Karanganyar sudah cukup signifikan untuk tahun 2018. Dia mengatakan tahun 2018 ini tahun politik sehingga ada sedikit kegalauan.

“Saya berharap program yang sudah kita rencanakan untuk Karanganyar dapat terealisasi dengan baik,” imbuhnya. Wardoyo

Iklan
Loading...