JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Solo Raih Peringkat Pertama Kota Paling Layak Huni, Beginilah Tanggapan Walikota

Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo saat mendampingi kunjungan kerja anggota Komisi V DPR RI di  komplek Gelora Manahan Solo, Selasa (6/2/2018). Foto : JSnews/Satria

 

SOLO-Kota Solo menjadi kota paling layak huni di Indonesia. Hal itu setelah Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia telah merilis Most Livable City Index 2017. Kota Solo telah mendapat indeks layak huni sebesar 66,9 persen dari enam kota lain yang dinyatakan sebagai kota layak huni di Indonesia.
Kota Solo menempat urutan teratas, selanjutnya diikuti Kota Palembang dengan indek sebesar 66, 6 persen, Balikpapan dengan indek sekitar 65,8 persen, Tangerang Selatan dengan indeks sekitar 65,4 persen, Kota Semarang dengan index 65, 4 persen dan Kota Banjarmasin dengan indeks sebesar 65,1 persen.
Dengan hal tersebut, Walikota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menyatakan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari besarnya peran dari masyarakat. Menurut Rudy, salah satu hal yang menjadi keunggulan di Solo yakni toleransi antar umat beragama. Nuansa saling menghargai antar kemajemukan di Solo benar-benar dapat dirasakan dari semua elemen masyarakat.
“Kami dari pihak Pemkot jelas sangat bangga. Salah satu faktornya, masyarakat Solo ini sudah bisa saling menghormati dan menghargai kemajemukan. Masyarakat di Kota Solo benar-benar menjaga kebersamaan meski ada perbedaan. Mereka tidak memandang agama, suku, ras dan golongan,” kata Walikota.
Selain peran dari masyarakat, lanjut Rudy, pihak Pemkot juga memiliki andil yang besar. Diantaranya dalam melakukan penataan kota. Dengan sistem penataan kota yang baik, para pebisnis, wisatawan dan sejumlah elemen masyarakat lain merasa nyaman saat mengunjungi Kota Solo.
Walikota juga menyampaikan, hasil kenyamanan tidak terlepas dari fasilitas yang memadai. Untuk itu, Pemkot terus berupaya untuk memberikan infrastruktur yang bisa menjadikan Kota Solo nyaman untuk ditinggali. “Seperti pembangunan overpass yang sebentar lagi akan dilakukan, pembangunan jembatan kembar Kalianyar. Dan semuanya harus kami antisipasi,” katanya.
Karena, masih kata Rudy, pemerintah tidak bisa menghentikan laju pertumbuhan kendaraan. Sehingga, infrastruktur menjadi salah satu alternatif untuk memberikan kenyamanan.
“Penataan kota juga mencakup penyediaan ruang terbuka hijau,” kata Rudy.

Baca Juga :  Sempat Diamankan, 27 Orang Termasuk Anggota PSHT Dipulangkan, Motor Tetap Ditahan

Satria Utama