JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Solusi Atasi Kekerasan Pelajar, Hidupkan Kembali Mapel Ini di Sekolah

SUKOHARJO-Kasus kekerasan yang melibatkan pelajar belakangan marak terjadi, seperti yang berlangsung di wilayah Kabupaten Karanganyar. Merasa prihatin dengan hal tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Riyanto menyampaikan solusinya.

“Aksi kekerasan tersebut merupakan dampak dari modernisasi dan kurangnya mata pelajaran budi pekerti di sekolah,” kata dia, Sabtu (10/2/20180.

Baca Juga :  COVID-19 Sukoharjo, Terkini Pasien Meninggal Tambah 4 Menjadi 28 Orang, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif Bertambah 12 di Angka 578

Dia menjelaskan, nilai-nilai budi pekerti secara utuh kurang diberikan pada pelajar saat ini. Menurut dia, budi pekerti dimasukkan dalam salah satu mata pelajaran, dan masih memiliki kekurangan dan belum spesifik.

“Jadi idealnya harus ada pelajaran khusus budi pekerti di sekolah, ini solusinya,” jelas dia.

Baca Juga :  Wajib Tahu Ini Ancaman Hukuman Pelaku Aksi Balap Lari Liar di Jalanan, Bisa Dipidana 18 Bulan Atau Denda 1,5 M

Budi pekerti, ujar dia, menjadi hal wajib bagi pelajar jaman dulu. Ketika ada guru masuk halaman sekolah naik sepeda, para siswa sudah berebut membawakan tasnya, menuntunkan sepedanya, ataupun membawakan topinya.

“Oknum pelajar sekarang sudah berani membentak guru, bahkan menganiaya guru dan berakhir kematian,” ujar dia. Aris Arianto