JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Terungkap, Ini Alasan Kenapa Pemuda Bersenjata Pedang di Probolinggo Nekat Ingin Bunuh Polisi

Tersangka penyerangan ke polisi. Foto tribunnews
Tersangka penyerangan ke polisi. Foto tribunnews

PROBOLINGGO– Polres Probolinggo menangkap seorang pemuda pengangguran bernama Muhammad Lutfianto (ML) alias Lutfi alias Lut Bin Munal Al Musari alias Musari (23), Kamis (15/2/2018). Pemuda itu diamankan karena nekat mengacungkan pedang dan hendak melakukan teror di kepolisian.

Dia diamankan beserta barang buktinya di depan Polres Probolinggo Kota. Saat diinterogasi wartawan,  ML mengatakan nekat hendak melukai polisi karena di matanya polisi itu pimpinan thogut.

Bagi dia, thogut itu orang yang tidak percaya akan hukum Allah dan lebih mengedepankan hukum buatan manusia.

“Kami ingin menerapkan hukum Allah beserta orang – orang yang ingin menegakkan hukum Allah. Saya tidak ingin hukum manusia ini merajelala. Polisi ini thogut. Barang siapa membunuh thogut itu akan masuk surga,” kata dia yang sudah diamankan di Polres.

Baca Juga :  Bantuan Kuota Internet Tak Bedakan Status Sekolah Negeri atau Swasta, Mendikbud: Ini Bantuan untuk Semua

Ia mengakui memang ingin melukai polisi dan aksinya itu dilakukan dengan menunggu kelengahan polisi.

Pemuda tersebut juga mengakui dirinya memang sengaja berdiri di depan Polres Probolinggo Kota. Ia menunggu polisi yang keluar dan akan langsung diserangnya.

“Saya memang lihat waktu, saya lihat jam terus. Polisi itu kafir,” sebutnya lagi.

Pemuda pengangguran itu juga membeberkan dirinya belajar jihad dari youtube dan situs internet. Ia mengakui tidak pernah mengikuti latihan perang atau sejenisnya. Dirinya hanya rajin membaca buku.

“Saya tahu polisi itu thogut ya dari video – video itu. Saya mau berjihad,” papar dia.

Aksi ML sontak mengundang kekagetan warga dan keluarga. Sebab di mata warga dan keluarga,  ML dikenal sebagai sosok yang baik di mata keluarga dan tetangganya.

Baca Juga :  Menyusul Elemen Lain, FPI dan GNPF Desak Penundaan Pilkada 2020

ML kecil, dikenal sebagai sosok yang pendiam. Bahkan, sang ibu pun menilai ML sosok yang baik. Dia tidak pernah membantah orang tuanya. Ia tidak pernah menyakiti hati orang tuanya.

“Dia rajin ibadah dia. Dia dulu lulusan pondok pesantren. Dari kecil tiak pernah membuaat hati orang tuanya sedih. Dia membanggakan orang tua,” kata Khotijah, saat ditemui Surya di rumahnya Sumberwetan, Kecamatan Kedopok, Probolinggo.

Dia menjelaskan, anaknya ini rajin ke musala. Dia sangat baik.Bahkan, saat melihat bapaknya memukul kucing pun, yang bersangkutan marah dan mengingatkan bapaknya. Tribunnews