JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Memilukan. Al Rayyan Dziki, bocah umur 10 tahun, berbulan-bulan Sendirian Urus Ibunya yang Terbaring Sakit

Al Rayyan Dziki Nugraha (10) tengah menunggui ibunya yang terbaring sakit . Foto: Tribunjogja.com
Al Rayyan Dziki Nugraha (10) tengah menunggui ibunya yang terbaring sakit . Foto: Tribunjogja.com

MAGELANG – Al Rayyan Dziki, bocah umur 10 tahun warga Mungkid, Magelang, terpaksa harus menanggung beban luar biasa di saat ia masih kanak-kanak.

Dalam dua bulan terakhir ini, waktunya siang malam dihabiskan di rumah sakit menunggui ibunya yang sakit gagal ginjal dan pembengkakan jantung.

Rayyan panggilan akrab Al Rayyan Dziki terpaksa juga tidak masuk sekolah di SDN 3 Mertoyudan Magelang. Dan hingga saat ini belum ada satupun sanak kerabat yang menjenguk ibu Rayyan sejak dirawat di rumah sakit.

Kisah pilu ini diceritakan Mohammad Natsir AK, warga Mungkid, Magelang yang membesuk Rayyan dan ibunya di ruang Gladiola RSU Tidar Magelang, Jumat (16/2/2018) pagi ini.

Menurut Natsir AK, ibu Rayyan yang bernama Ani Supriati, sudah cukup lama menderita sakit gagal ginjal dan pembengkakan jantung. Pernah dua bulan opname di rumah sakit yang sama.

Baca Juga :  4 Anggota Dewan Positif Covid-19, Kompleks DPRD Yogyakarta Ditutup untuk Sterilisasi

“Ini sudah 12 hari terakhir opname lagi. Yang nunggu dan merawat ya Rayyan sendirian. Belum ada sanak saudaranya yang besuk,” kata Natsir kepada Tribunjogja.com.

Pria yang berprofesi sebagai advokat ini pagi-pagi mendatangi kamar rawat Ani begitu semalam mendengar kabar kisah menyedihkan ini.

Ia membawa bantuan kemanusiaan dari sejumlah warga yang trenyuh begitu mendapatkan kabar yang beredar di media sosial dan grup-grup percakapan ponsel.

Menurut Natsir AK, guru-guru sekolah Rayyan sudah membesuk. “Tapi dari perangkat wilayah belum,” lanjut Natsir yang menyebut keluarga ini seksrang tinggal di wilayah Blondo, Magelang.

Masih menurut Natsir AK dari keterangan yang didapatkannya, Rayyan ditinggalkan ayahnya, Danang Nugroho, saat ia masih berumur 7 bulan. Praktis sejak itu Ani dan Rayyan hidup berdua di usia pernikahannya yang belia.

Baca Juga :  Pesan WA agar Remaja Tidak Keluar Rumah Bikin Warga Kulonprogo Resah

Faktor pernikahan dini itu pula yang konon membuat keluarga Ani kecewa, dan membiarkannya hidup sendiri. Dalam kondisi sakit-sakitan seperti ini, keluarga Ani juga masih mengabaikannya.

“Ini bersyukur sudah ikut BPJS, dan cukup meringankan perawatan pasien,” lanjut alumni FH UNS angkatan 1991 ini.

Sejumlah sukarelawan mahasiswa Universitas Tidar sudah berinisiatif menemani dan membantu Rayyan. Beberapa warga juga berdatangan membesuk dan menyampaikan simpati.

Sesuai KTP dan KK, Ani Supriyati yang berstatus ibu rumah tangga, tercatat sebagai penduduk Jalan Melati, Mertoyudan, Magelang, RT 006 RW 002. Tribunjogja.com