JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Wah, Bosda SD dan SMP 2018 Bakal Dinaikkan. Dinas Ingatkan 75 % Untuk Jatah Guru Honorer dan Non PNS

Kusmanto. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kusmanto. Foto/Wardoyo

SRAGEN – Alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) untuk jenjang SD dan SMP bakal dinaiknan pada 2018 ini. Untuk SD akan naik sebesar Rp 70.000 sedangkan untuk SMP,  mulai 2018 ini Bosda akan naik sebesar Rp 75.000.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Sragen,  Suwardi melalui Kabid Pendidikan Dasar (dikdas) Kusmanto menyampaikan untuk Bosda, Minggu (25/2/2018).

Ia mengatakan untuk Bosda SD akan naik dari Rp 150.000 persiswa pertahun,  menjadi Rp 220.000 persiswa pertahun.

Begitu pula dengan Bosda SMP naik dari sebelumnya Rp 100.000 persiswa pertahun menjadi Rp 175.000 persiswa pertahun.

Baca Juga :  Abaikan Izin, Tower Smarfren di Kedungwaduk Sragen Diam-Diam Nekat Dibangun Terus. Mardi Minta Dinas Hentikan Pembangunan dan Tower Dibongkar!

“Hanya Bosda TK yang tidak dinaikkan karena nominalnya sudah Rp 300.000 persiswa pertahun. Tapi Bosda itu hanya untuk siswa di sekolah negeri, ” paparnya.

Kusmanto menjelaskan meski dinaikkan,  penggunaan Bosda tetap tak boleh sembarangan. Ada petunjuk teknis yang sudah ditentukan. Untuk Bosda SD, Rp 150.000 digunakan 25 persennya untuk alat tulis kantor (ATK) dan 75 persen tetap untuk kesejahteraan guru honorer dan non PNS. Sedangkan Rp 70.000 kenaikannya untuk bahan ajar atau buku pendamping materi.

Baca Juga :  Innalillahi, Tukang Bangunan asal Kalikobok Tanon Meninggal Positif Covid-19. Bekerja di Surabaya, Sempat Dirawat di RS Moewardi Solo

“Yang 75 persen memang untuk kesejahteraan guru honorer non PNS tapi tidak boleh diberikan langsung namun melalui honor kegiatan penunjang. Misalnya memberi jam pramuka, seni,  jam tambahan atau kegiatan ekstra kurikuler, ” terangnya.

Khusus untuk Bosda SD,  jumlah total penerima tahun 2017 adalah sebanyak 69.095 siswa dengan nominal mencapai Rp 15,200.900.000,- .

“Untuk pencairannya ini masih dalam proses. Mekannisme pencairan masih sama yaitu langsung rekening sekolah, ” pungkasnya. Wardoyo