loading...
Loading...
Ilustrasi evakuasi mayat

KARANGANYAR – Nasib tragis dialami Kepala SD di Karangangar,  Paryono (55). Kepala sekolah asal Dukuh Kondo, Desa Balong, Jenawi itu ditemukan meninggal di talud di salah satu sungai di dekat rumahnya pada Minggu (25/2/2018).

Korban ditemukan tak bernyawa pukul 08.30 WIB saat sedang memancing. Diduga kuat,  pria paruh baya itu meninggal akibat terpeleset saat melintasi tepian sungai.

Informasi yang dihimpun di lapangan, jasad korban kali pertama ditemukan tetangganya, Jumadi, (27). Saat itu Jumadi hendak membuang sampah di tempat pembuangan sampah di belakang Kantor PTPN IX Kerjo, Karanganyar.

Baca Juga :  Upacara HUT RI di Karanganyar, Sekda Ambil Sambutan. "Jangan Ada Lagi Ah Kamu Batak, Kamu Jawa!" 

Saat melintas, pandangannya terusik dengan sesosok tubuh manusia dalam posisi tengkurap dan tidak bergerak. Jumadi memberitahu orang lain di sekitar lokasi kejadian, Sukmo Warsito (50) warga Dukuh Balong,  Desa Balong. Sukmo lantas berinisiatif melapor ke Mapolsek Jenawi.

Tak lama berselang,  anggota Polsek Jenawi bersama tim medis Puskesmas Jenawi datang ke lokasi mengecek informasi dan kondisi korban. Paryono dibawa ke Puskesmas Jenawi untuk menjalani visum.

Baca Juga :  Belanja Capai Rp 2,45 Trilyun, APBD Perubahan 2019 Karanganyar Ditetapkan Defisit Rp 301 Miliar 

Kapolres Karanganyar,  AKBP Henik Maryanto melalui Kapolsek Jenawi AKP Iwan Kusnandar membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan dari hasil olah TKP,  Paryono diduga meninggal diduga karena terpeleset dengan posisi jatuh tengkurap. Muka korban berada di saluran air sehingga air masuk ke hidung dan menutup rongga pernapasan.

Baca Juga :  Aniaya Tetangga, Satu Anggota DPRD Karanganyar Kini di Ambang Penjara. Berkas Perkara Naik Kejari, Tinggal Tunggu Ijin Gubernur 

“Tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban. Dokter memeriksa dan menemukan sejumlah luka di bibir, kepala sampai dahi, pipi kiri, kelopak mata, bawah mata kanan, bawah leher kiri, dagu, kaki kiri, betis kiri. Menurut dokter, korban memiliki riwayat penyakit gula. Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dan jenazah korban diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” tegasnya. Wardoyo

Iklan
Loading...