JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Aksi Penyerangan Misterius Menimpa Pondok Pesantren Raudlatul Falah Tanon, Sragen. Satu Santri Jadi Korban, Pelaku Dipergoki Pakai Cadar

Pimpinan pondok pesantren Raudlatul Falah Dukuh Karangdowo, Kecik, Tanon, Sragen, Ustadz Umar saat menunjukkan lokasi kamar tempat santrinya diserang pria misterius Rabu (14/3/2018). Foto/Wardoyo
Pimpinan pondok pesantren Raudlatul Falah Dukuh Karangdowo, Kecik, Tanon, Sragen, Ustadz Umar saat menunjukkan lokasi kamar tempat santrinya diserang pria misterius Rabu (14/3/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Aksi teror penyerangan benar-benar terjadi dan menimpa santri di Pondok Pesantren Raudlatul Falah di Dukuh Karangdowo RT 26, Desa Kecik,  Kecamatan Tanon,  Rabu (14/3/2018) siang. Satu orang santri bernama Udin (17) asal Wonosobo terpaksa dilarikan ke Puskesmas karena mengalami luka serius.

Pelaku disebut berjumlah satu orang dan diketahui memakai pakaian tertutup warna hitam menyerupai cadar.

Insiden penyerangan dan teror serupa disebut seringkali dialami oleh santri di Pondok yang dipimpin Ustadz Umar (55) tersebut.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian,  insiden penyerangan terjadi pukul 11.30 WIB. Siang itu,  korban tengah bertugas jaga kamar santri di rumah bagian bawah.

Sedangkan lima santri lainnya menjalankan salat dhuhur di masjid bagian atas.  Saat korban tengah istirahat di kamarnya, mendadak ia dikejutkan dengan kehadiran pria misterius yang langsung menerobos masuk kamar dengan menjebol jendela.

“Saya kebetulan pas di Sumberlawang. Tadi ceritanya santri,  tadi siang pas bersamaan salat duhur,  si Udin itu jaga di kamar. Tiba-tiba pelakunya langsung masuk ke dalam dan ngekep (menutup) pakai selambu. Lalu perutnya dipukuli berkali-kali. Setelah itu,  dibleki (ditimpa)  satu karung gabah sampai nggak sadar. Tahunya teman-temannya dengar bocah itu (korban)  nangis. Karena pintu terkunci dari dalam lalu didobrak sama temannya,” papar Umar kepada JOGLOSEMARNEWS.COM Rabu (14/3/2018).

Baca Juga :  Siap-Siap, Pemkab Bakal Operasi Masker Secara Besar-Besaran Libatkan Tim Gabungan Hingga Tingkat Kecamatan. Plt Bupati Sebut Penyebaran Covid-19 dari Klaster Keluarga Cukup Banyak!

Menurutnya,  saat didobrak,  dua orang santri sempat memergoki pelaku dengan pakaian tertutup seperti mengenakan cadar. Melihat kedua santri,  pelaku langsung kabur dengan meloncat menjebol jendela.

Meski sempat dikejar bersama warga,  pelaku berhasil menghilang ketika mendekati arah sungai.

Salah satu warga yang tinggal di depan pondok, Huda (22) menambahkan saat pertama kali diketahui,  korban kondisinya mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke Puskesmas.

“Santrinya semua ada enam. Yang diserang hanya satu. Kelihatannya ada tulang yang patah karena dipukuli perut dan ulu hatinya. Lalu dibleki gabah satu karung. Tadi kami sempat antar ke Puskesmas setelah itu lapor ke Polsek.  Karena kejadian seperti itu sudah sering dialami santri sini. Anehnya pelakunya itu seperti misterius dan kayak pakai cadar. Beberapa kali konangan tapi dikejar langsung menghilang, ” terangnya.

Baca Juga :  Meledak Lagi, Tambah 18 Positif Hari Ini, Kasus Covid-19 Sragen Meroket Jadi 541. Tersebar di 7 Kecamatan, Ngrampal, Sragen dan Sidoharjo Paling Banyak

Sesaat setelah dilaporkan,  tim Polsek Tanon langsung menuju lokasi melakukan olah TKP sekira pukul 16.00 WIB. Salah satu personel Polsek Tanon membenarkan kejadian itu. Kapolsek Tanon,  AKP Agus Jumadi belum bisa dikonfirmasi dan beberapa kali HPnya dihubungi belum diangkat.

Sementara, Kasie Pemerintahan Kecamatan Tanon,  Daliyo yang langsung mengecek ke Puskesmas dan Polsek,  membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan setelah dibawa ke Puskesmas, korban kemudian dirujuk ke RS Yakssi Gemolong.

“Ini saya masih di Polsek. Memang benar ada kejadian itu (penyerangan)  tapi soal indikasi pelakunya saya nggak bisa komentar. Saya hanya memastikan saja,  keterangan dari personel Polsek tadi, santri yang jadi korban baru saja dirujuk ke RS Yakssi Gemolong,” terangnya saat dihubungi sekira pukul 23.30 WIB malam ini.  Wardoyo