JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Batu Mirip Alat Vital Pria Ini Dihormati dan Dikeramatkan, Wisatawan Tak Boleh Sembarangan

Batu yang melambangkan alat vital pria di objek wisata candi Ceto Karanganyar/Tribunnews

Kalau di kompleks wisata Candi Ceto, Karanganyar, Jawa Tengah, ada peninggalan purbakala mirip alat vital pria, begitu pula di objek wisata Koh Samui, Thailand.

Keduanya sama-sama dihormati dan dikeramatkan. Di kompleks Candi Ceto,    konon ceritanya, untuk menguji keperawanan seorang wanita, yang bersangkutan diminta melompati batu tersebut. Andai kain yang dikenakannya sobek, hal itu pertanda bahwa yang bersangkutan sudah tidak perawan lagi. Ini boleh boleh dipercaya, boleh tidak.

Batu yang melambangkan alat vital pria di objek wisata Koh Samui, Thailand/Tribunnews

Demikian pula, warga di kompleks wisata Koh Samui, Thailand sangat menghormati monumen tersebut. Namun Selasa (13/3/2018) kemarin  warga sekitar sempat dibuat berang karena ulah seorang wisatawan perempuan.

Turis berambut pirang yang tak diketahui identitasnya itu tertangkap kamera berpose bugil di sebuah batu yang dianggap keramat oleh warga setempat.

Batu berjuluk Hin Ta setinggi sekitar empat meter itu dianggap keramat karena diyakini membawa roh dari seorang tua di masa lalu.
Warga yang marah kemudian mendesak polisi menangkap turis perempuan itu dan memaksanya meminta maaf atas tindakannya yang tak sopan tersebut.

Baca Juga :  Kunjungi Karanganyar, Wakil Gubernur Taj Yasin Ungkap Pemicu Mengapa Jumlah Kematian Pasien Positif Covid-19 di Jateng Melonjak Tajam!

“Batu itu amat spesial bagi kami dan menjadi salah satu ciri khas pulau ini. Perilaku turis itu amat menghina kami,” kata Sutida Wongyai, seorang penjual makanan.

Sementara seorang pemilik hotel bernama Suriya Promsri mengatakan, turis itu seharusnya tak bugil di pulau Koh Samui.

“Polisi harus mencari dan menangkapnya agar turis lain tetap menghormati pulau ini,” ujar Suriya.

Perasaan jengah juga disampaikan Niwin Suksan, warga setempat yang membuka warung di sekitar pantai tempat batu itu berada.

“Saya merasa jengah saat melilhat foto itu. Saya ingin polisi mengambil langkah tegas untuk mencegah hal ini terulang,” kata Niwin.
“Batu Hin Ta memiliki sejarah panjang dan warga pulau Koh Samui amat bangga dengan keberadaan batu itu,” tambah Niwin.

Kepolisian Koh Samui membenarkan telah menerima keluhan warga soal ulah wisatawan itu dan sedang melakukan investigasi.

“Hal itu tak bisa diterima dan kami akan memeriksa foto itu untuk menemukan turis tersebut,” ujar juru bicara kepolisian.

Baca Juga :  Produk UMKM Mulai Tembus Pasar Internasional, Pemkab Karanganyar Raih 2 Penghargaan Nasional dari Kemenkop dan Mark Plus. Ini Kategorinya!

Batu Hin Ta atau Batu Kakek adalah sebuah lokasi populer bagi wisatawan yang datang ke Pulau Koh Samui.

Batu itu terletak di sebelah batu yang lebih kecil bernama Hin Yai. Warga setempat menganggap Hin Ta sebagai perwujudan alat kelamin pria sementara Hin Yai adalah batu perempuan.

Ini mengingatkan adanya kepercayaan masa lalu di Indonesia akan peninggalan Arkeologi bernama Lingga (lambang alat vital pria) dan Yoni sebagai lambang alat vital wanita.

Di Thailand berkembang cerita, warga sekitar Koh Samui  mempercayai bahwa sepasang suami istri berusia lanjut berlayar ke pulau itu untuk melamar calon istri untuk putra mereka.

Namun, perahu yang mereka gunakan tenggelam akibat badai yang membuat mahar untuk keluarga calon menantunya hilang.

Akibat takut menanggung malu datang melamar tanpa membawa uang mahar, pasangan lanjut usia itu memilih terjun ke laut dan menjelma menjadi dua batu besar yang berdiri berdampingan. # Tribunnews/Suhamdani