JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bikin Trenyuh, Saat Nenek 80 Tahun Tinggal Menumpang dan Sebatang Kara Tiba-Tiba Menangis Terisak-Isak Menerima Bantuan dari KWS

Keluarga besar Komunitas Kumpulan Wong Sragen (KWS) mulai dari ketua dan pengurus saat menyerahkan santunan untuk Mbah Inah, nenek 80 tahun yang sangat memprihatinkan di Bandungsogo, Ngrampal Minggu (4/3/2018). Foto/Wardoyo
Keluarga besar Komunitas Kumpulan Wong Sragen (KWS) mulai dari ketua dan pengurus saat menyerahkan santunan untuk Mbah Inah, nenek 80 tahun yang sangat memprihatinkan di Bandungsogo, Ngrampal Minggu (4/3/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN– Komunitas Kumpulan Wong Sragen (KWS) kembali menggelar bakti sosial (baksos) KWS Peduli kepada warga yang ditimpa kesulitan,  Minggu (4/3/2018). Kali ini warga yang beruntung mendapatkan santunan itu adalah Ny Waginah,  asal Dukuh Plosokerep,  Bandung Sogo,  Ngrampal.

Nenek berusia 80 tahun itu memantik empati karena kehidupan memprihatinkan yang dilakoninya.  Tak hanya tinggal sebatang kara,  kisah kehidupan nenek renta itu juga membuat trenyuh lantaran tinggal hanya menumpang di rumah kosong selama hampir bertahun-tahun tanpa ada sanak saudara.

Kondisi fisiknya yang sudah rapuh juga memaksanya harus berjalan menggunakan alat bantu. Dan selama bertahun pula, nenek itu berjuang bertahan hidup dan menghadapinya sendirian.

“Mendengar kisahnya dan setelah dicek memang kondisinya sangat memprihatinkan,  akhirnya kami tergerak untuk memberikan santunan dan bantuan yang diserahkan tadi pagi, ” papar Ketua KWS Agus Widhi Raharjo melalui Humas KWS,  M Puput Iswahyudi,  di sela penyerahan santunan di rumah Mbah Waginah,  Minggu (4/3/2018).

Baca Juga :  Pulang dari Jakarta, Warga Miri Sragen Ketahuan Positif Covid-19 dan Dirawat di Rumah Sakit. Jumlah Kasus Positif Melonjak Jadi 514, Jumlah Warga Meninggal Sudah 68 Orang

Puput menguraikan kisah nenek itu mengundang empati karena bisa rumah yang ditinggali adalah milik orang yang kebetulan merantau dan sudah menetap di Kalimantan. Selama ini ia hanya berstatus menumpang dan tinggal tanpa ada famili.

Kunjungan itu selain untuk menyerahkan santunan,  juga sekaligus sebagai bagian silaturahmi. Sambutan hangat dirasakan oleh pengurus dan perwakilan KWS oleh nenek yang akrab disapa Mbah Inah itu.

Baca Juga :  Peduli di Tengah Pandemi, PT DJP Sragen Gandeng Lions Club Solo Gelar Donor Darah dan Sumbang 500 Hazmat ke Puskesmas. Dirut PT DJP: Covid-19 Tidak Akan Berlalu Kalau Kita Hanya Diam Saja! 

Bahkan saking terharunya,  Mbah Inah sampai menangis terisak-isak saat menerima kedatangan dan bantuan dari keluarga besar KWS yang memenuhi rumahnya.

Di akhir kunjungan,  Mbah Inah tak lupa mendoakan agar semua keluarga besar KWS bisa tetap diberi keberkahan dan kesehatan dan rezeki dari yang maha kuasa.

“Kami juga membalas semoga Mbah Inah diberi kesehatan selalu,” terang Puput mengulangi.

Dalam kesempatan itu,  ia juga tak lupa mengucapkan terimakasih kepada semua anggota KWS,  semua member KWS,  dewan pengurus hingga dewan pembina KWS.

Hmm,  kepedulian terhadap saudara yang kesulitan itu ternyata akan membuat kita semakin mengerti betapa nikmatnya bisa berbagi dengan sesama. Wardoyo