JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

DAS Bengawan Solo di Blora, Jalan Gadu-Ngloram Terputus

DAS Bengawan Solo yang longsor/Tribunnews

BLORA– Longsor terjadi di tebing DAS Bengawan Solo di perbatasan Desa Gadon-Ngloram, Kecamatan Cepu, Blora, Rabu (14/3/2018) tengah malam.

Dampaknya, jalan penghubung antardesa ke Kota Kecamatan Cepu putus, dan tertutup untuk semua jenis kendaraan roda empat. Pantauan di lokasi tebing longsor, Kamis (15/3/2018), longsoran tampak semakin melebar.

Sementara untuk pengamanan, dipasang garis polisi (police line), dilakukan pengawasan dari jajaran Polsek Cepu Polres Blora, dan Linmas desa setempat.

“Longsoran cukup serius, kami pantau rutin bersama TNI dan Linmas Desa Gadon,” jelas Kapolres Blora AKBP Saptono melalui Kapolsek Cepu AKP Slamet Riyanto.

Baca Juga :  Pandemi Picu Para Pemuda Karang Taruna Ini Program-program Simpatik

Selain di pasang police line, titik longsor dipasang rambu-rambu peringatan agar tidak terjadi kecelakaan,  sekaligus diberi media lempengan beton cor agar masyarakat bisa lewat, khusus pejalan kaki, sepeda dan sepeda motor.

Longsor di bantaran sungai Bengawan Solo, terjadi Rabu (14/3) tengah malam, diduga akibat gerusan air sungai terpanjang di Pulau Jawa itu. Talud penahan jebol, tanah merekah, dan badan jalan putus.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana tanah longsor itu. Namun Kapolsek Cepu AKP Slamet Riyanto, menghimbau agar masyarakat yang lewat di lokasi longsor tetap harus berhati-hati, sebab dibawah jalan ada gorong-gorong yang pecah.

Baca Juga :  Aksi Kamisan di Semarang Sempat Diwarnai Adu Mulut dan Nyaris Dibubarkan

“Kami merekayasa dengan menempatkan lempengan beton cor, kendaraan roda dua, sepeda onthel dan pejalan kaki bisa lewat, tapi harus tetap hati-hati,” tambah Kapolsek Cepu.

Diperoleh keterangan, penyebab terjadinya longsor dan jalan putus akibat talud, gorong gorong saluran air yang baru dibangunan 2017 dan tanah urug yang tidak sempurna tidak mampu menahan gerusan air Bengawan Solo.

www.tribunnews.com