JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Harga Tiket Kolam Renang Intanpari Karanganyar Diturunkan Jadi Rp 5.000. Dinas Target 5 Juta Wisatawan

Sosialisasi Dinas Pariwisata. Foto/Humas Kab
Sosialisasi Dinas Pariwisata. Foto/Humas Kab

KARANGANYAR – Pemkab melalui Dinas Pariwisaya menarget peningkatan jumlah kunjungan wisata di 2020 mencapai 5 juta. Target dinilai sangat realistis karena di tahun 2016 saja sudah kunjungan 1,5 juta pengunjung. Angka itu dilihat dari pembelian tiket di beberapa lokasi wisata di Karanganyar.

“Angka 1,5 juta pengunjung baru yang beli tiket saja. Sedangkan yang nongkrong di kebun teh kemuning dan berada di jalan tembus belum dihitung. Mereka juga makan pada rumah makan-rumah makan di Karanganyar,” papar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karanganyar, Titis Sri Jawoto saat memberikan pengarahaan dalam pembukaan kelas industri perhotelan dan penyerahan piagam Talent Hunt tingkat internasional di SMK Ngargoyoso Rabu (14/03/2018).

Baca Juga :  Bicara di Hadapan Karang Taruna Sarirejo, Rober Ingatkan Narkoba Lebih Berbahaya dari Corona. Ini Alasannya!

Dia menambahkan industri pariwisata kebanyakan dari masyarakat. Misalnya warung makan dan home stay. Pemkab Karanganyar memang membuka seluas-luasanya masyarakat untuk berpartisipasi aktif bidang pariwisata. Pemerintah bertugas membuka akses jalan dan sarana prasananya.

“Kolam renang intanpari itu tiketnya Rp 7000 per orang. Kini justru ada pesawat dan helikopter di sarana edupark tiketnya hanya Rp 5000. Kami mengejar multi pleyer efek lebih besar, “ imbuh mantan kepala bagian rumah tangga bupati tersebut.

Baca Juga :  Gudang Kayu di Tasikmadu Terbakar, Diduga Konsleting dari Pompa Air

Menurut Titis angka 5 juta per orang tersebut sangat realistis. Jika hal ini diceritakan ke luar daerah, maka investor akan ‘ngreyok’ ke Kabupaten Karanganyar. Sebab semua orang yang berkunjung ke Karanganyar membawa uang. Salah satu upaya untuk menanggulangi investor dari luar, maka masyarakat atau desa yang harus berbenah.

“Warga Karanganyar harus berkualitras untuk mengemas pariwisata di daerah-daerah sendiri. Jika kurang modal, pemkab akan bantu dan memberikan saran,” ungkapnya. Wardoyo