JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Dengan Subsidi dari Kemenhub, Polres Bantul Gelar Pembuatan SIM A Umum

Ilustrasi SIM
Ilustrasi/Tribunnews

BANTUL – Pembuatan SIM A umum mulai digelar di Mapolres Bantul, Provinsi DIY.  Pembuatan SIM A Umum ini salah satunya untuk menjembatani para driver taksi online, sesuai dengan peraturan Kementerian Perbuhungan (Kemenhub).

Kementerian perhubungan Republik Indonesia memang tengah gencar melaksanakan program pembuatan SIM A Umum secara serentak di Indonesia. Hal ini untuk memenuhi ketentuan bagi pengemudi kendaraan umum.

Guna mensukseskan program itu, Kemenhub melakukan tinjauan pelayan sim A umum di beberapa tempat. Satu di antaranya di Mapolres Bantul yang dilakukan oleh staf Ahli kementerian Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Perhubungan, Cris Kuntadi, pada Sabtu (24/03/2018).

Ketika melakukan kunjungan di Mapolres Bantul, Cris Kuntadi, mengatakan, peninjauan sim A umum untuk menindaklanjuti dari peraturan menteri perhubungan (PM) Nomor 108 Tahun 2017 tentang Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek yang mewajibkan pengemudi angkutan umum harus memiliki surat izin mengemudi (SIM) A umum.

Baca Juga :  Kalah Judi Online, Pria Asal Bantul Ini Nekat Jebol Plafon Lalu Menguras Isi ATM

“Ada aturan yang  Kemenhub keluarkan, yaitu PM 108/2017 dan itu suatu keharusan, karena yang namanya angkutan umum itu harus memenuhi segala aturan-aturan. Apa itu? Misalnya, SIM-nya adalah harus SIM A umum,” ujar Cris Kuntadi, di Mapolres Bantul, Sabtu (24/03/2018)

Menurutnya, pengemudi angkutan umum, termasuk angkutan berbasis aplikasi online harus mengikuti aturan dengan memiliki SIM A umum. SIM A Umum ini sebagai upaya untuk menjaga keselamatan penumpang.

Karenanya, untuk memperoleh SIM tersebut harus melewati ujian ketat supaya memastikan dan menjaga keselamatan penumpang.

“Apa sih bedanya angkutan pribadi dengan angkutan umum itu, kalau umum `kan membawa orang lain dengan membayar. Mereka ada yang bilang saya kan mengajak teman. Lah itu temannya membayar nggak? Kalau membayar ya berarti angkutan umum. Angkutan umum berarti harus mengikuti aturan,” tegasnya.

Baca Juga :  Curi 2 Motor di Bekas Rumah Indekostnya, Komplotan Ini Dibekuk Polisi

Dinamika dan implementasi aturan PM 108 2017 dilapangan diakui Kuntadi, ada yang keberatan terutama dari pengemudi taksi berbasis online.

Oleh sebab itu, Kemenhub mengambil kebijakan untuk menjembatani persoalan itu dengan memberikan aturan pembuatan SIM A umum. Apalagi, pembuatan SIM A umum ini dengan difasilitasi dan diberikan subsidi. Sehingga diharapkan ke depan lebih tertib dan tidak ada lagi yang melakukan protes atas kebijakan ini.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com