JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Eh, Ada Kursi Sekolah Bekas Presiden Soeharto di Tempat Ini, Bentuknya Unik

Kursi tempat duduk Pak Harto saat SR
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Kursi tempat duduk Pak Harto saat masih SR

WONOGIRI-Ada hal yang menarik di Museum Wayang Pak Bei Tani, Wuryantoro, Wonogiri. Ternyata museum itu tidak hanya menyimpan koleksi ratusan wayang aneka jenis.

Ada juga sebuah kursi sekolah legendaris di dalamnya. Uniknya kursi itu menjadi satu dengan mejanya dan bobotnya cukup berat.

Yang lebih istimewa, kursi sekolah berbahan kayu itu pernah menjadi tempat duduk Presiden kedua RI, HM. Soeharto atau Pak Harto. Waktu itu Pak Harto masih mengenyam oendidikan Sekolah Rakyat Wuryantoro 1 (sekarang menjadi SD Wuryantoro 1).

Kursi bekas tempat duduk Pak Harto terbuat dari kayu jati. Konstruksinya masih bergaya lawas. Antara meja dengan tempat duduknya menjadi satu dan bisa dipakai sekitar 2 sampai 3 orang anak. Bagian atas meja berbentuk miring sehingga memudahkan murid untuk menulis atau membaca di atasnya. Sementara di sisi depan atas meja terdapat cekungan memanjang dan satu lubang tepat di tengah sebagai wadah tinta. Tempat duduk dilengkapi sandaran panjang.

Baca Juga :  Webinar Nasional DPW LDII Jateng Mengoptimalkan Soliditas Ormas Islam Menyikapi Kondisi Aktual Kebangsaan Menuju Indonesia Maju, Terungkap Bahwa Indeks Kerukunan Umat Beragama Meningkat

“Pada beberapa bagian kursi terdapat goresan-goresan dari paku dan benda tajam lain. Ada yang menduga goresan itu bikinan Pak Harto kala itu lantaran iseng,” ujar salah satu pengunjung, Wiwid, Kamis (22/3/2018).

Penjaga Museum Wayang Pak Bei Tani, Rakino mengatakan komplek museum dahulu adalah kediaman dari keluarga Ngabehi Prawirowihardjo seorang mantri tani, yang kerap disapa Pak Bei Tani. Istri Pak Bei Tani merupakan bibi Pak Harto.

Baca Juga :  Ponpes Al Barru Bulusulur Wonogiri Gelar Webinar Dalam Rangka Hari Santri 2020, Terkait Kebersihan dan Keindahan Ponpes ini Layak Dicontoh

Pak Harto ikut keluarga Prawirowihardjo sejak usia 6 atau 7 tahun. Masa kecil Pak Harto dihabiskan di Wuryantoro.

Setelah Pak Harto menjadi presiden, pada sekitar tahun 1969 beliau membeli kembali rumah ini berikut pekarangan di sekitarnya. Selanjutnya dirombak dan diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Wonogiri sebagai bangunan cagar budaya.

Selang berjalannya waktu, Bupati Wonogiri kala itu, Begug Poernomosidi berinisiatif membangunnya menjadi museum wayang setelah mendapatkan izin dari keluarga Pak Harto. Aris Arianto