JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Menengok Perjuangan Petani Karanganyar. Rela Buat Sumur Bor Berbiaya Puluhan Juta Agar Tetap Bisa Panen…

Petani di Karanganyar membuat sumur bor berbiaya puluhan juta untuk antisipasi kemarau panjang. Foto/Wardoyo
Petani di Karanganyar membuat sumur bor berbiaya puluhan juta untuk antisipasi kemarau panjang. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Mengantisipasi musim kemarau yang kemungkinan akan terjadi pada bulan April mendatang, para petani di Karanganyar mulai membuat sumur bor. Para petani ini rela membuat sumur bor dengan biaya puluhan juta untuk mengairi sawah saat musim kemarau. Seperti para petani yang berada di Desa Jati, Kecamatan Jaten ini.

Sunarto, salah satu petani mengatakan dengan memiliki sumur bor, disamping kebutuhan air bisa terpenuhi. Lewat sumur bor itu juga bisa menanam jenis tanaman apa saja selama musim kemarau, tanpa harus terkendala air.

Kalau masalah pengairan tanaman yang dimiliki, lanjutnya, jika hanya mengandalkan dari air waduk  dan sungai yang ada, tanaman pun susah bisa besar, karena ketersediaan air tidak mencukupi. Maka, petani melakukan pengeboran.

Baca Juga :  Tak Main-Main, Polres Karanganyar Sikat 110 Motor Pakai Knalpot Brong Nan Meresahkan. Awas, Kapolres Sebut 16 Motor Mencurigakan dan Diduga Terkait Kejahatan!

“ Kalau mau mengandalkan air dari waduk Lalung dan waduk  Delingan,  maupun air sungai yang ada, sangat susah. Di samping debit air saat musim kemarau mendatang kecil,  yang menggunakan juga banyak,” kata Sunarto, salah satu petani Desa Jati, Selasa (20/03/2018).

Terkait dengan biaya pembuatan sumur bor, Sunarto mengakui cukup besar. Satu sumur bor bisa menghabiskan biaya sekitar Rp13 juta, bahkan mencapai puluhan juta rupiah.  Untuk menutup biaya pembuatan sumur tersebut, lanjutnya, para petani biasanya patungan.

Baca Juga :  Kabar Duka, Ketua RT di Desa Buran Karanganyar Dinyatakan Positif Terpapar Covid-19. Kerabat Cemas Karena Ada Kerabat Meninggal Dunia dan Rumahnya Berdekatan

Sementara itu, kepala Desa Jati, Haryanta, mengatakan, pada saat musim kemarau, para petani di wil;ayahnya, selalu mengalami kesulitan air. Untuk itu, para petani, baik secara berkelompok maupun perorangan, berinisiatif membuat sumur bor. Dijelaskannya, satu sumur bor, dapat mengairi sawah seluas tiga hektar.

“ Pada musim kemarau, petani selalu kesulitan air. Sementara, sumber air yang ada, tidak mencukupi untuk mengairi lahan persawahan milik warga. Wardoyo