JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Mengonsumsi Nasi Basi Ternyata Berbahaya, Ini Risikonya

Ilustrasi/Tribunnews

Mengonsumsi nasi kemarin? Ada memang anggapan sebagian masyarakat bahwa makan nasi hangat kurang baik karena kadar glukosa masih tinggi.

Terutama bagi penderita diabetes, sebagian masyarakat percaya makan nasi basi relatif lebih baik dan dianjurkan ketimbang nasi yang masih hangat.

Tapi, kebiasaan makan nasi ini bisa membahayakan kesehatan. Seperti dilansir dari independent.co.uk, National Health Service (NHS), sebuah layanan kesehatan publik di Inggris, Wales, dan Skotlandia, mengatakan bahwa kita bisa mengalami keracunan makanan jika makan nasi sisa kemarin.

Baca Juga :  Hasil Penelitian di Inggris Klaim Temukan Titik Kelemahan Virus SARS-CoV-2 Penyebab Covid-19

Meski nasi tersebut sudah kita panaskan ulang.
Namun masalahnya kita bisa keracunan makanan bukan karena nasi telah dipanaskan ulang atau tidak.

Tapi bagaimana cara nasi disimpan setelah dimasak untuk pertama kalinya.
Diketahui bahwa beras sering mengandung spora Bacillus cereus, sel yang mampu bereproduksi dengan cepat dan bisa merubah menjadi untai bakteri.

Jika nasi dibiarkan berada pada suhu kamar setelah dimasak, spora bisa tumbuh menjadi bakteri, yang pada akhirnya akan berlipat ganda.

Inilah yang bisa menyebabkan kita mengalami keracunan atau muntah dan diare.

Baca Juga :  Waspadai Penyakit MIS-C pada Anak yang Terinfeksi Virus Corona: Gejala Muncul 3-4 Minggu setelah Kena Covid-19, Bisa Tanpa Demam, Batuk, dan Sesak

Jadi, sangat penting untuk kita tahu bagaimana cara menyimpan nasi dengan cara yang benar dan bisa memanaskannya kembali nanti.
Lalu bagaimana cara kita menghindari keracunan makanan?

NHS merekomendasikan untuk segera sajikan nasi setelah dimasak. Lalu dinginkan sisa nasi secepat mungkin (idealnya satu jam).

Setelah itu, simpanlah nasi di kulkas (tapi tidak lebih dari satu hari) sebelum dipanaskan ulang.
Terakhir, jangan pernah mencoba memanaskan nasi sisa lebih dari satu kali.

www.tribunnews.com