JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Pengembangan Tanaman Cabai Kismantoro, BI Solo Terus Lakukan Pendampingan, Ini yang Dilakukan

Monitoring klaster cabai Kismantoro oleh BI Cabang Solo
Monitoring klaster cabai Kismantoro oleh BI Cabang Solo

WONOGIRI-Bank Indonesia (BI) Cabang Solo terus melakukan pendampingan dan pantauan terhadap budidaya tanaman cabai di Kecamatan Kismantoro, Wonogiri. Salah satunya dengan monitoring klaster cabai di lokasi embung Desa Ngroto, kecamatan setempat, Jumat (16/3/2018).

Terjun langsung dalam monitoring, Kepala Kantor Perwakilan BI Solo, Bandoe Widiarto beserta staf, staf Kecamatan Kismantoro Bejo, Babinsa Koramil 20/Kismantoro Kodim 0728/Wonogiri Sertu Puryanto, Kades Ngroto Wagiman, Kepala BPP Subagio, perangkat desa dan puluh anggota kelompok tani.

Bandoe Widiarto menerangkan, cabai dipilih lantaran merupakan salah satu komoditas yang cukup menentukan saat terjadi inflasi. Cabai juga sangat memasyarakat, namun selama ini kebanyakan hanya dibudidayakan secara kurang profesional oleh petani.

Baca Juga :  Balap Lari di Wonogiri Ternyata Tanpa Hadiah Maupun Taruhan, Diselenggarakan Ketika Lalu lintas Sepi dan Hanya Mengejar Sehat

“Kami menerapkan pola pertanian organik. Sebab ramah lingkungan, dan harga jualnya bisa tinggi,” terang dia.

Kerjasama klaster cabai Kismantoro, jelas dia, telah ditandatangani bersama Pemkab Wonogiri 2014 lalu. Seiring berjalannya waktu, klaster cabai Kismantoro terus berkembang. Terlebih dengan dibangunnya embung di sekitar klaster. Menjadikan pasokan air tidak tersendat.

“Embung memang sengaja dibuat untuk pengairan tanaman cabai dan tanaman lainnya bagi para petani. Dengan adanya embung, melalui program ini tentunya dapat menambah produktivitas cabai,” terang dia.

Baca Juga :  Update COVID-19 Sukoharjo, Pasien Meninggal Kini Mencapai 24 Orang, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 Meroket Lagi di Angka 566

Di tempat terpisah, Bupati Joko Sutopo berujar, Kismantoro menjadi fokus pembangunan Wonogiri lantaran menjadi yang termiskin diantara 25 kecamatan yang ada. Sejumlah program seperti perbaikan infrastruktur digelontorkan ke kecamatan ujung tenggara Kota Sukses tersebut. Namun, keterbatasan anggaran membuat langkah itu tidak mungkin bisa maksimal.

Pihaknya berharap, klaster dari BI Solo tak hanya berhenti di cabai. Tapi bisa meluas ke klaster lainnya. Syukur-syukur, lanjut bupati, dapat merambah ke kecamatan lainnya. Aris Arianto