JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Pertumbuhan Ekonomi Wonogiri Terendah se-Surakarta, Pemerintah Akhirnya Pilih Cara Ini

Pedagang pisang di Wonogiri menanti kedatangan pembeli
Pedagang pisang di Wonogiri menanti kedatangan pembeli

WONOGIRI– Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Wonogiri hingga kini masih menjadi yang terendah di antara daerah lain di eks Karesidenan Surakarta.

Pemkab Wonogiri mengakui saat ini, pertumbuhan ekonomi Wonogiri masih terbilang rendah. Karena hanya berada pada peringkat enam di wilayah eks-Karesidenan Surakarta.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda dan Litbang) Wonogiri, Sri Jarwadi memaparkan, pada 2016 lalu ekonomi Wonogiri tumbuh sebesar 5,34 persen. Setahun kemudian masih tidak berubah pada angka 5,34 persen.

Baca Juga :  Kabar Buruk, Menkeu Sri Mulyani Prediksi Indonesia Resmi Alami Resesi pada Akhir September, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2020 Masih Negatif

“Pada 2018 ini kami menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,44 persen,” kata dia, Kamis (22/3/2018).

Sadar akan hal itu, Pemkab Wonogiri, jelas dia, akan menerapkan beberapa strategi meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Konsep revitalisasi pasar menurutnya tidak boleh berdiri sendiri. Melainkan harus bersinergi dengan program dan kegiatan pendukung, baik dari sektor hulu berupa budi daya maupun hilir di rumah tangga dan industri.

Menurutnya, usulan revitalisasi Pasar Jatipurno, Nguntoronadi, Ngadirojo, dan Paranggupito perlu dikaji secara komprehensif. Sehingga bisa memberikan solusi yang tepat untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Baca Juga :  Sebenarnya Kapan to Wonogiri Mau Melaksanakan Sekolah Offline Alias Tatap Muka? Kalau Jawaban Bupati Jekek sih Seperti ini

Agak melegakan ada pada angka pengangguran, dimana pada 2016 lalu mencapai 3,1 persen dan 2017 turun menjadi 2,38 persen. Tahun ini pihaknya menargetkan angka pengangguran turun lagi menjadi 2,27 persen.

Di sisi lain, tingkat parisipasi angkatan kerja Kabupaten Wonogiri tahun 2016 lalu berkisar 71.24 persen dan pada 2017 naik menjadi 72,05 persen. Tahun ini pihaknya menargetkan tingkat parisipasi angkatan kerja naik lagi menjadi 72,10 persen. Aris Arianto