JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Polisi Masih Buru 30 Driver Taksi Online yang Menggunakan Aplikasi Tuyul

Ilustrasi/Tribunnews

SEMARANG – Jajaran Polsa Jateng hingga kini masih memburu 30 driver taksi online. Hal itu dilakukan terlait adanya hacker aplikasi transportasi online yang kemudian mencari keuntungan pribadi tanpa harus mengemudi, Direktorat Reserse Kriminal Khusu (Ditreskrimsus) Polda Jateng memiliki imbauan kepada penyedia jasa aplikasi.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Lukas Akbar Abriari ketika ditemui dalam sertijab Wakapolda Jateng, Rabu (21/3/2018) menjelaskan cukup simpel untuk bisa meretas aplikasi transportasi online Grab.

“Saya nggak bilang aplikasinya lemah mudah diretas, tapi layaknya sebuah program memang harus selalu ada pembaharuan, jika tidak maka akan mudah diretas,” jelas Lukas.

Baca Juga :  KPU Kota Semarang Siapkan 3.447 Alat Bantu Coblos untuk Pilkada 2020

Ia memaparkan, saat ini yang sudah diungkap memang peretasan dalam satu penyedia jasa aplikasi yakni Grab. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan aplikasi lain sebenarnya juga ada.

“Saat ini memang perusahaan aplikasi grab saja, ya mungkin saja yang lain juga ada tapi mungkin nggak lapor,” tambahnya.

Ia mengimbau untuk setiap penyedia jasa aplikasi selalu memperbarui sistemnya.

Baca Juga :  Penasaran dengan Bangunan Rumah Tahan Gempa, 250 Unit Telah Dibangun di Jateng, Tahan Gempa hingga 9 SR

“Mungkin kalau tidak segera dibenahi aplikasinya ya segera muncul yang lain karena ternyata cukup simpel untuk bisa mengoprek aplikasi tersebut,” paparnya.

Ia mengungkap berdasar keterangan tersangka yang sudah di tahan, di Semarang masih ada 30 pengemudi yang menggunakan aplikasi yang dibuat hacker, atau lebih akrab disebut aplikasi Tuyul.

“Kita sedang menelusuri 30 itu terdeteksi di Semarang, tapi setelah ada yang tertangkap mereka tiarap semua. 30 driver itu sedang kami buru,” pungkasnya. #Tribunnews