JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Saat Ustadz Kondang Beri Wejangan Calon Pengusaha di Kuliah SBS Sragen. Blak-blakan Ungkap Ciri-Ciri Orang Bermental Kaya dan Miskin!

Ustadz Arif saat memberi tauziyah pada kuliah perdana SBS Sragen, Senin (12/3/2018) malam. Foto/Wardoyo
Ustadz Arif saat memberi tauziyah pada kuliah perdana SBS Sragen, Senin (12/3/2018) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Sekolah Bisnis Sragen (SBS)  kembali menggulirkan kuliah perdana untuk peserta angkatan ke-9 di Pendapa Rumdin Bupati Senin (12/3/2018) malam. Ada banyak poin menarik yang disampaikan pada kuliah perdana itu.

Kuliah perdana yang diikuti 300an peserta itu menghadirkan pembicara Ustadz Arif Agus Amir dari Banjarnegara. Dirut SBS Sragen, Erna Puji Hartanto atau yang akrab disapa Erna itu mengatakan kuliah perdana itu dihadiri 50an peserta angkatan ke-9, alumni SBS dan masyarakat umum.

“Kuliah perdananya dibuka tadi malam.  Untuk SBS itu kuliahnya selama 10 kali,  pertemuan seminggu sekali. Tujuan SBS itu memang untuk mencetak pengusaha muda di Sragen dan alumni yang diluluskan harus punya usaha meskipun skala kecil, ” papar pria yang dikenal sebagai motivator itu Selasa (13/3/2018).

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Kecamatan Sidoharjo Terus Meningkat, Kapolsek Gerakkan Program Sidoharjo Bermasker. Izin Hajatan dan Keramaian Sementara Stop Dulu!

Dalam tauziahnya, Ustadz Arif menyampaikan beberapa hal terkait dengan rizki dan harta. Ia menyebut rizki dan harta itu berbeda.

Kalau rizki itu kaitannya dengan lapang dan sempit. Sedang harta berkaitan dengan sedikit dan banyak.

“Walaupun hartanya banyak belum tentu punya kelapangan rizki. Bisa jadi hartanya banyak tapi sakit-sakitan,” paparnya.

Ustadz Arif juga menekankan mental kaya dan miskin. Orang bermental kaya senang jika memberi,  sebaliknya mental miskin hanya senang menerima.

Baca Juga :  Tambah Satu Kakek 80 Tahun Positif dan 3 Meninggal Dunia, Angka Kasus Covid-19 Sragen Melaju di Angka 467. Total Sudah 65 Warga Meninggal Dunia

Kemudian mental kaya itu senang berfikir investasi,  sedang mental miskin berfikirnya konsumsi.

“Mental kaya itu kalau memberi yang paling baik,  kalau mental miskin memberinya paling jelek. Untuk bisa melangkah bisnis harus punya ilmunya. Salah satunya ya lewat sekolah bisnis ini, ” imbuhnya.

Sementara,  Assisten Setda Sragen Suharto yang hadir mewakili Bupati,  malam itu menyampaikan terimakasih atas keberadaan SBS yang ikut menggerakkan dan membangun Sragen melalui sekolah mencetak wirausahawan secara gratis.  Wardoyo