loading...

Cukup banyak alasan mengapa orang mencari kerja. Untuk aktivitas, status, pendapatan dan masih banyak alasan yang lain.

Maka tak heran, betapa sakitnya bila seorang pencari kerja ternyata dikibuli oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab melalui lowongan kerja fiktif.

Karenanya, Community Development Manager ECC UGM Vinia R. Primawati memberikan tips-tips bagaimana mendeteksi situs lowongan kerja yang fiktif dan bersifat hoaks.

Hal ini disampaikan oleh Vinia saat menjadi pembicara di Voluntary Day 2018 yang digelar di Gedung Societet, Taman Budaya Yogyakarta, Minggu (25/03/2018).

“Kami banyak menerima laporan soal teman-teman mahasiswa yang tertipu oleh berbagai situs lowongan kerja,” papar Vinia di Gedung Societet, Taman Budaya Yogyakarta.

Baca Juga :  Kampanye Bukalapak Sahabat Sehat: Seruan untuk Gotong Royong Lawan Virus Corona

Pertama, Vinia berpesan untuk melacak alamat email yang mengirimkan lowongan kerja.
Begitu juga nomor ponsel yang mengirimkan lowongan melalui pesan singkat.

“Jika bukan email dari perusahaan, itu patut dicurigai. Kalaupun menggunakan email perusahaan, lacak profilnya sebagai konfirmasi,” ujar Vinia.

Selain itu, Vinia menyarankan untuk mengecek surat lowongan kerja yang dikirimkan. Terutama pada kop surat dan tandatangannya.
Menurut Vinia, ada oknum yang mengganti logo perusahaan serta memalsukan tandatangan.
Meskipun demikian, hal tersebut bisa diketahui dengan mudah.

“Biasanya, isi surat lowongan kerja fiktif mengalami banyak kesalahan pada kata-katanya,” tambah Vinia.

Baca Juga :  Kampanye Bukalapak Sahabat Sehat: Seruan untuk Gotong Royong Lawan Virus Corona

Vinia pun meminta para peserta Voluntary Day 2018 untuk ikut berperang melawan hoaks.
Pasalnya kejahatan dengan memanfaatkan informasi bohong sulit dicegah.

“Kita harus mengedukasi banyak orang tentang cara-cara mengantisipasi informasi hoaks yang tersebar,” tegas Vinia.

www.tribunnews.com