JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Tiga Pasar Tradisional di Karanganyar Bakal Diusulkan Anggaran ke Provinsi. Ini Daftarnya..

Foto/Wardoyo
Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Pejabat sementara (Pjs) bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Raharjo, meminta bantuan kepada Pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk membangun tiga pasar yang dinilai sangat tidak layak. Bantuan anggaran tersebut, nantinya akan membangun pasar Palur, Pasar Papahan dan Pasar Jungke yang berada di kota Karanganyar.

Permintaaan anggaran tersebut disampaikan Prijo Anggro dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tahun 2019 di gedung wanita, Rabu (14/03/2018). Menurut Prijo, ketiga pasar tersebut, sangat tidak layak lagi bagi para pedagang.

“Sudah selayaknya saya meminta kepada provinsi anggaran untuk pembangunan pasar. Pembangunan ketiga pasar , yakni pasar Palur, pasar Papahan dan pasar Jungke dianggarkan,” kata Prijo.

Baca Juga :  Pangdam dan Kapolda Jateng Kompak Ziarah ke Makam Soeharto di Giribangun Karanganyar. Pangdam Sebut Soeharto Orang Yang Berjasa pada RI dan TNI!

Dalam Musrenbang tersebut, Prijo juga meminta kepada seluruh stake holder, mulai kepala desa hingga kepala SKPD, merencanakan skala prioritas dalam mengusulkan anggaran pembangunan.

“ Dari bawah harus ada skala prioritas apa yang mendesak untuk dikerjakan. Jangana asal-asalan,” tegasnya.

Sementara itu, ketua DPRD Karanganyar, Sumanto, mengatakan, organisasi perangkat daearah harus bekerja lebih keras lagi. Fokus pembangunan pada tahun 2019 mendatang, menurut Sumanto tetap pada pembangunan infrastruktur.

Baca Juga :  Awas, Mulai Sekarang Setiap Hajatan di Karanganyar Akan Digladi Tim Satpol PP. Kalau Tak Taati Prokes, Bisa Dibubarkan!

Disisi lain, Kepala Badan Keuangan Daearah (BKD) Sumarno, mengungkapkan, proyeksi pendapatan daerah tahun 2019 sebesar Rp 1,999 miliar, turun sebesar 2,62% dari APBD tahun 2018 sebesar Rp 2,53 miliar, dengan perincian PAD tahun 2019 diproyeksikan sebesar Rp 331.950 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp4,56% dari PAD tahun 2018 sebesar Rp 317.469 miliar.

Dana perimbangan tahun 2019 diproyeksikan sebesar Rp1.347.443 triliun. Angka ini, menurut Sumarno, tidak mengalami perubahan sesuai dengan dana perimbangan tahun 2018. Wardoyo