JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Akui Bagikan Bingkisan Batik, Anung Sebut Tak Tahu Ada Stiker Yuli-Rober di Dalamnya..

Anung Marwoko seusai diklarifikasi Panwaslu, Sabtu (7/4/2018). Foto/Wardoyo
Anung Marwoko seusai diklarifikasi Panwaslu, Sabtu (7/4/2018). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR-  Setelah beberapa hari menghindar, anggota DPRD Karanganyar sekaligus anggota tim sukses pasangan calon bupati dan wakil bupati Yuli-Rober, Anung Marwoko akhirnya memenuhi panggilan Panwaslu Sabtu (7/4/2018).

Selain membantah melakukan money politik,  legislator itu juga berdalih dirinya tak tahu menahu soal stiker bergambar paslon di dalam bingkisan kain batik yang ia bagikan ke warga Dukuh Jatisari RT 6/10, Sewurejo,  Mojogedang, beberapa hari lalu.

Anung datang untuk memenuhi undangan klarifikasi terkait kasus bagi-bagi batik yang dilaporkan salah satu warga. Pemeriksaan berlangsung tertutup.

Usai diperiksa, kepada wartawan, Anung mengatakan pemberian batik tersebut tidak ada kaitannya dengan pemilhan kepala daerah (pilkada) Karanganyar.

Ia berdalih pemberian kain batik tersebut, merupakan usulan dari PKK dan baru dapat direalisasikan saat ini. Menurut Anung, pemberian bantuan kepada warga, sudah rutin dilakukan, mulai dari pembangunan talud, pemberian bantuan barang pecah belah dan sebagainya. Pemberian bantuan ia sebut sebagai salah satu satu bentuk perhatian kepada masyarakat.

Baca Juga :  Hadiri Pengesahan Warga PSHT, Bupati Karanganyar Ingatkan Warga PSHT Jangan Mudah Diadu Domba!

“ Pemberian bantuan kain batik itu merupakan usulan dari PKK. Saya bukan hanya kali ini memberikan bantuan. Ini merupakan kegiatan rutin. Secara berkala saya juga memberikan bantuan kepada warga, dan tentu saja melalui usulan,” kata Anung, Sabtu (07/04/2018).

Pada saat menyerahkan bantuan batik tersebut, lanjut Anung, juga tidak disertai dengan permintaan untuk mendukung pasangan bupati dan wakil bupati nomer urut dua.

“ Saat penyerahan, saya tidak mengajak untuk mendukung pasangan bupati nomer urut dua. Saya juga tidak membawa alat peraga,” ujarnya.

Terkait dengan stiker pasangan calon bupati dan wakil bupati nomer urut dua yang berada di dalam bingkisan kain batik, Anung mengaku tidak tahu menahu keberadaan stiker tersebut.

“ Kalau soal stiker saya tidak tahu. Saya hanya menyerahkan batik untuk dibagikan. Kalau kemudian ada stiker, saya tidak tahu,” jelasnya.

Baca Juga :  Selamat, 120 Kelompok Usaha di Karanganyar Dapat Gelontoran Bantuan Rp 20 Jutaan. Kadinas Pesan Jangan Disalahgunakan!

Sementara itu, Komisioner Panwaslu Bidang Organisasi dan SDM, Sudarsono, mengatakan setelah klarifikasi terhadap Anung Marwoko selaku terlapor, selanjutnya Panwaslu akan melakukan kajian terhadap keterangan, baik dari pelapor, terlapor dan para saksi. Hasil kajian ini, selanjutnya akan dilakukan rapat pleno, apakah pembagian kain batik ini memenuhi unsur pelanggaran pemilu atau tidak.

“ Segera kita lakukan kajian terjadap keterangan pelapor, terlapor dan para saksi. Apa hasilnya, nanti akan kita putuskan dalam rapat pleno,” jelas Sudarsono.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,  Anung Marwoko, salah satu anggota tim pemenangan  pasangan calon bupati dan wakil bupati Karanganyar, dilaporkan ke panitia pengawas pemilihan umum (Panwaslu), Selasa (03/04/2018). Laporan tersebut, juga disertai dengan bukti dua kain batik dan diterima langsung ketua Panwaslu Karanganyar, Kustawa. Wardoyo