Koordinator APPS Sragen, Sugiarsi saat memberikan terapi psikis salah satu siswi SD di Gemolong yang diduga menjadi korban pencabulan. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Kakek asal Bandungsogo,  Bandung,  Ngrampal berinisial SDT (87) yang menjadi terdakwa kasus pencabulan massal belasan siswi SD di setempat, dituntut lima tahun penjara. Tidak hanya itu, kakek uzur yang memiliki penitipan sepeda dekat SD itu juga dituntut denda Rp 500 juta.

Hal itu diungkapkan Koordinator Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS), Sugiarsi. Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , ia mengatakan tuntutan itu mengemuka dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sragen beberapa hari lalu.

Baca Juga :  Perampok Mobil PNS di Tanon Sragen Diduga Lebih dari Satu Orang. Polisi Deteksi Pelaku Kemungkinan Gunakan Alat Ini!

“Dituntut lima tahun penjara dan denda setengah miliyar.  Sidang selanjutnya agendanya pledoi, ” paparnya Jumat (13/4/2018).

Sugiarsi menguraikan APPS akan terus mengawal kasus itu sampai selesai. Menurutnya meski kondisi fisiknya sudah uzur, terdakwa tetap harus bertanggungjawab atas perbuatannya.

Advertisement
Baca Juga :  Terungkap, Mayat Tinggal Tulang Berserakan di Selokan Desa Toyogo Sragen Diketahui Bernama Eko. Dikenali dari Pakaiannya

Pasalnya akibat perbuatan cabul terdakwa,  belasan siswi SD mengalami kekerasan seksual dan trauma psikis.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua