JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Cemburu Sragen Dapat Rest Area, Karanganyar Minta Kemenhub Agar Dijatah Rest Area di Tol Soker

Gerbang Exit Tol Soker di Pungkruk yang juga direncanakan bisa digunakan secara penuh pada mudik lebaran ini.
Gerbang Exit Tol Soker di Pungkruk yang juga direncanakan bisa digunakan secara penuh pada mudik lebaran ini.

KARANGANYAR- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar  mendesak pemerintah pusat untuk membuat rest area di jalan tol Solo-Kertosono (Soker)  wilayah Karanganyar. Rest area  yang diinginkan Pemkab Karanganyar untuk memberikan lahan bagi UMKM berjualan dan memasarkan produk kebanggan bumi intanpari. Lebih khusus lagi, rest area tersebut berada di wilayah Karanganyar.

“ Kami segera melakukan agar pemerintah membuat  lobi  rest area di wilayah Karanganyar. Rest area itu akan dipergunakan untuk UMKM,” ujar  Kepala Dinas Perhubungan, Perumahaan dan Kawasan Pemukimaan, Sundoro, Kamis (19/04/2018).

Dijelaskan Sundoro, Kementrian Pekerjaan Umum telah  memasang rest area di wilayah Sragen tepatnya di Masaran. Namun demikian, wilayah tersebut apakah diisi UMKM dari Karanganyar atau UMKM dari Sragen. Pasalnya, Masaran merupakan wilayah Sragen.

Baca Juga :  Awas, Hari Libur Panjang, Polisi di Karanganyar Bakal Dikerahkan 24 Jam Nonstop di Titik-Titik Ini untuk Awasi Pemudik dan Kendaraan Wisatawan. Ini Sasarannya!

Ketika dikonfirmasi, Direktur PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) , David Wijayatno mengatakan kewenangan rest area ada pada Kementrian Pekerjaan Umum. Sebab disana sudah diatur untuk rest area, termasuk jarak antara rest area yakni 20 KM untuk tipe kecil dan 50 KM untuk tipe besar.

“Saat ini rencananya di Masaran rest areannya. Kalau Karanganyar kemungkinan Kebakkramat tapi terlalu dekat dengan Masaran. Namun itu tergantung dari Kementerian PU,” jelasnya.

Baca Juga :  Belasan Pengunjung Obyek Wisata Tawangmangu Karanganyar Mendasak Dirapid Test Massal. Jangan Kaget Ternyata Begini Hasilnya!

Ditambahkannya, saat ini proses pekerjaan  jalan tol Solo-Ngawi yang berjarak 90 Km saat ini sudah mencapai  95 persen. Lebaran yang akan datang bisa dilalui jika sudah ada tahap layak uji.

Saat ini, pihaknya bersama kepolisian dan perhubungan melakukan layak jalan. Diantaranya layak jalan itu adalah pengecekan jalan, ratanya, tebal marka rambu-rambu dan jembatan dan salurannya.

“Jika dinyatakan lolos uji, maka langsung dapat dioperasionalkan,” pungkasnya. Wardoyo