JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Jokowi Sebut Harga Racun Kalajengking Rp 145 Miliar/Liter. Gubernur dan Bupati Yang Pingin Cepat Kaya Diminta Mencarinya

Foto/Tempo.co
Foto/Tempo.co

JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan kiat kepada kepala daerah jika ingin menambah kekayaan. Menurut Jokowi, mereka bisa mencari racun dari hewan kalajengking.

Jokowi menyebut saat ini harga racun kalajengking bisa mencapai Rp 145 miliar per liter.

“Jadi Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Wali Kota, kalau mau kaya, cari racun kalajengking,” kata Jokowi diikuti gelak tawa hadirin saat membuka Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2018 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada Senin (30/4/2018).

Dalam sambutannya itu, Jokowi sempat bertanya soal komoditas apa saja yang paling mahal di dunia saat ini kepada para peserta Musrenbangnas. Menurut dia, salah jika menganggap emas adalah komoditas yang paling mahal.

Baca Juga :  Putra Sulung dan Menantu Presiden Jokowi Maju Pilkada Serentak 2020, Ini Perbandingan Harta Kekayaan Gibran dan Bobby, Tajir Siapa?

Jokowi menuturkan, saat ini, komoditas paling mahal adalah racun dari kalajengking, yang dihargai US$ 10,5 juta atau sekitar Rp 145 miliar per liter.

Selain itu, ucap dia, komoditas yang supermahal di dunia saat ini adalah Californium 252, yaitu zat kimia untuk eksplorasi minyak dan gas yang berharga US$ 27 juta atau sekitar Rp 375 miliar per gram.

“Saya juga enggak ngerti barangnya,” ujarnya.

Namun Jokowi menjelaskan, dua barang itu tidak seberapa mahal jika dibanding waktu. Seiring perkembangan teknologi, waktu menjadi komoditas paling mahal andai bisa dimanfaatkan dengan baik.

Jokowi menuturkan, dengan perkembangan teknologi, dunia serasa berjalan begitu cepat. Karena itu, menurut dia, saat ini tidak berlaku lagi rumus yang besar mengalahkan yang kecil, melainkan yang cepat mengalahkan yang lambat.

Baca Juga :  Hotel-hotel di 7 Provinsi Sudah Siap Menampung Pasien Covid-19 Kritis

“Dan kalau yang namanya waktu menjadi komoditas mahal, artinya musuh nomor satu kita adalah buang-buang waktu,” katanya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta para pemimpin kementerian dan lembaga serta kepala daerah mengubah cara kerja agar lebih cepat. Ia memerintahkan pemangkasan segala bentuk perizinan dan birokrasi yang panjang guna memudahkan investasi masuk ke Indonesia.

“Kalau mindset, pola pikir kita masih seperti itu, ya sudah, akan sulit maju kita,” katanya lagi.

www.tempo.co