JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Nenek Rijem, Janda Miskin Asal Jenar Sragen Yang Hidup Terisolasi, Sempat Tolak Bantuan dari Wabup Sragen. Ini Pemicunya..

Ny Rijem, janda tua asal Jenar Sragen yang puluhan tahun hidup di gubug tanpa tersentuh pemerintah. Foto diambil Jumat (6/4/2018)
Ny Rijem, janda tua asal Jenar Sragen yang puluhan tahun hidup di gubug tanpa tersentuh pemerintah. Foto diambil Jumat (6/4/2018)

SRAGEN-  Kisah penderitaan Ny Rijem warga Winong RT 21/7 Desa Dawung Jenar Sragen, lebih dari 30 tahun hidup sendiri di gubung reyot memang cukup memprihatinkan. Janda renta berusia 71 tahun itu nekat tinggal serumah hanya berteman dengan ternak-ternak piarannya, di pekarangan kosong jauh dari keramaian masyarakat.

Camat Jenar Suharno, saat dikonfirmasi tidak menampik kondisi Mbah Rijem yang hidup sebatang kara. Namun demikan Dia mengatakan Mbah Rijem sempat diajak tinggal dan di rawat oleh anaknya. Namun Nenek Janda itu malah kembali ke gubug reyotnya.

Baca Juga :  Astagfirullah, 91 Bayi dan Anak di Sragen Positif Terpapar Covid-19. Mayoritas Tertular dari Orangtuanya, Satgas Sebut Bukti Penyebaran Covid-19 Makin Infeksius!

“Dulu Simbah Rijem itu sudah ikut anaknya dan dirawat. Tapi tidak tahu kenapa sekarang malah kembali lagi ke gubug itu,” tutur Suharno, Jumat (6/4/2018).

Suharno juga menyampaikan, Mbah Rijem dulu sempat dibujuk oleh Wakil Bupati Dedy Endriyatno agar tinggal bersama puteranya. Bahkan dibelikan kasur sama dibuatkan kamar oleh Wabub Sragen.

Baca Juga :  Tergerak Lihat Derita Warga di Wilayah Krisis Air, Sekelompok Anak Muda Sragen Rintis Komunitas Air untuk Indonesia. Langsung Buka Donasi, Salurkan 8 Tangki Air Yang Disambut Suka Cita

“Malah pak wakil bupati membelikan kasur busa sama di buatkan kamar, tapi malah ndak tahu kok balik lagi di kadang kambing. Mungkin anaknya ora gemati (Tidak sayang) dan tidak sabar merawat,” sambungya.

Untuk diketahui Nenek Rijem kini hidup sebatang kara, digubug terbuat dari papan dan bambu. Bahkan gubug tersebut menyatu dengan kandang kambing dan ayam. Bahkan mbah Rijem sering luput dari perhatian pemerintah. Wardoyo